Berita Terkini Nasional

Puluhan Anak Tewas Diduga Akibat Konsumsi Obat Batuk dan Pilek Terkontaminasi

Kematian puluhan anak yang kemungkinan terkait dengan konsumsi obat batuk dan pilek terkontaminasi ini dilaporkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Thinkstockphotos
Ilustrasi Anak Sakit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kematian puluhan anak kecil di Gambia, Afrika Barat akibat cedera ginjal akut kemungkinan terkait dengan obat batuk dan pilek terkontaminasi. 

Tribunlampung.co.id - Puluhan anak tewas akibat cidera ginjal akut diduga akibat konsumsi obat batuk dan pilek yang terkontaminasi.

Kematian puluhan anak yang kemungkinan terkait dengan konsumsi obat batuk dan pilek terkontaminasi ini dilaporkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Puluhan anak meninggal diduga akibat obat batuk dan pilek dilaporkan terjadi di Gambia, Afrika Barat.

WHO melaporkan dugaan penyebab kematian puluhan anak tersebut menyusul hasil tes pada beberapa sirup obat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, kematian puluhan anak kecil di Gambia akibat cedera ginjal akut kemungkinan terkait dengan obat batuk dan pilek produksi India yang terkontaminasi.

Baca juga: Putri Candrawathi Tak Bersalah Dia Hanya Korban, Ferdy Sambo Ngotot Bela Istrinya

Baca juga: Sopir Taksi Online di Lampung Meninggal Dalam Mobil, Tinggalkan Istri Hamil 4 Bulan

Temuan ini diumumkan oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu (5/10/2022).

Pengumuman ini, dilaporkan Reuters, menyusul hasil tes pada beberapa sirup obat yang diduga jadi penyebab kematian 66 anak di Gambia, Afrika Barat.

Tedros mengatakan kepada wartawan bahwa WHO sedang melakukan penyelidikan dengan regulator India dan perusahaan produsen sirup obat batuk dan pilek tersebut.

Adapun produsen obat itu adalah Maiden Pharmaceuticals Ltd yang berbasis di New Delhi, India.

Maiden Pharma menolak memberikan komentar terkait hal ini.

Regulator obat-obatan India, Drugs Controller General serta Kementerian Kesehatan India juga tidak menanggapi permintaan komentar.

WHO mengeluarkan peringatan terkait produk medis ini pada Rabu (5/10/2022).

Baca juga: Kebakaran Toko Pakaian di Pasar Kotabumi Lampung Utara, Barang Dagangan Ludes

Pihaknya meminta regulator untuk menghapus barang-barang Maiden Pharma dari pasar.

Produk tersebut mungkin telah didistribusikan di tempat lain melalui pasar informal, tetapi sejauh ini hanya diidentifikasi di Gambia, kata WHO dalam peringatannya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved