Berita Terkini Artis

Rizky Billar Minta Maaf ke Lesti Kejora, Pakar Ekspresi: Kamu Sudah Gagal

Artis Rizky Billar telah meminta maaf kepada Lesti Kejora dan mertuanya, seusai kasus kekerasan dalam rumah tangga alias KDRT yang sempat terjadi.

Tayang:
Kolase TribunStyle.com / Tribunnews.com
Foto ilustrasi, Lesti Kejora dan Rizky Billar. Artis Rizky Billar telah meminta maaf kepada Lesti Kejora dan mertuanya, seusai kasus kekerasan dalam rumah tangga alias KDRT yang sempat terjadi. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Artis Rizky Billar telah meminta maaf kepada Lesti Kejora dan mertuanya, seusai kasus kekerasan dalam rumah tangga alias KDRT yang sempat terjadi.

Meski demikian, kata-kata maaf yang keluar dari mulut Rizky Billar terhadap Lesti Kejora dan mertuanya, seusai kasus KDRT, disebut tidak tulus.

Satu di antaranya, yakni Rizky Billar tetap belum mengakui jika telah melakukan KDRT terhadap Lesti Kejora.

Diketahui, kasus KDRT yang dilakukan Rizky Bilar kepada Lesti Kejora memang telah diselesaikan secara damai.

Pakar ekspresi, Kirdi Putra, menyoroti permintaan maaf yang disampaikan Rizky Billar kepada Lesti Kejora dan mertuanya.

Mengejutkannya, Kirdi Putra menyebut bahwa Rizky Billar tidak tulus saat meminta maaf kepada Lesti Kejora dan mertuanya.

Baca juga: AKP Rita Yuliana Sebut Ariel NOAH Kesayangan, Tertawa Saat Ditanya Lamaran

Baca juga: Baim Wong Hanya Diam Dinasehati Raffi Ahmad, Lu Harus Mulai Berbagi Gitu

Sebelumnya, Lesti Kejora sempat mengejutkan publik karena melaporkan Rizky Billar ke Polres Metro Jakarta Selatan terkait dugaan KDRT.

Namun tak berselang lama setelah Rizky Billar ditetapkan sebagai tersangka, Lesti Kejora justru memutuskan untuk mencabut laporannya tersebut.

Pasangan yang menikah pada 19 Agustus 2021 itu akhirnya sepakat untuk berdamai.

Rizky Billar bahkan telah menyampaikan permintaan maafnya kepada Lesti Kejora dan keluarga istrinya di hadapan para awak media.

Hal itu disampaikan langsung oleh Rizky Billar saat ia dan Lesti Kejora mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan, pada Selasa (18/10/2022).

Melansir dari Kompas.com, Rizky Billar memohon maaf kepada ayah dan ibu Lesti Kejora karena nyaris gagal mengemban amanah yang sudah diberikan.

"Saya juga mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak keluarga istri, ayah mertua, ibu mertua saya," kata Rizky Billar yang dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Kamis (20/10/2022).

"Karena saya hampir gagal mengemban amanah yang mereka berikan," jelasnya.

Bersyukur masih diberi kesempatan, Rizky Billar pun ingin memperbaiki kesalahannya.

"Namun saya ingin meyakinkan mereka lagi bahwa insya Allah mereka tidak gagal memilih saya sebagai menantunya," kata Rizky Billar.

"Tidak gagal memilih saya untuk memberikan tanggung jawab yang besar untuk istri saya," imbuhnya.

Sayangnya, permintaan maaf yang disampaikan Rizky Billar itu direspons sinis oleh pakar ekspresi, Kirdi Putra.

Mengutip dari TribunWow.com, Kirdi Putra menyoroti ucapan Rizky Billar yang mengatakan bahwa ia 'hampir gagal' mengemban amanah dari kedua orang tua Lesti Kejora.

Menurut Kirdi Putra, Rizky Billar bukan hampir gagal, melainkan sudah gagal mengemban tugas tersebut.

Baca juga: Denise Chariesta Dilaporkan ke Polisi, Imbas Jadi Selingkuhan Suami Orang?

Baca juga: Nathalie Holscher Layangkan Somasi ke Mantan ART Seusai Difitnah Selingkuhi Sule

"Billar kamu sudah gagal, bukan hampir gagal," kata Kirdi yang dikutip Grid.ID dari TribunWow.com via kanal YouTube Intens Investigasi, Kamis (20/10/2022).

Kirdi Putra bahkan menyebut Rizky Billar tidak tulus dalam meminta maaf.

Sebab, hingga saat ini Rizky Billar masih enggan mengakui kesalahannya telah melakukan KDRT terhadap Lesti Kejora.

"Kamu itu enggak pernah mau ngakuin kalau kamu salah, bagaimana kita bisa lihat itu tulus," kata Kirdi.

"Masih kabur, ngeles aja kayak bajaj," imbuhnya.

Kirdi Putra bahkan mendesak Rizky Billar untuk segera mengakui kesalahannya.

Lesti Kejora Maafkan Rizky Billar, Ternyata KDRT Potensial Terulang, Psikolog Ini Beberkan Alasannya

Imbas Lesti Kejora memaafkan Rizky Billar, KDRT bisa berpotensi terulang.

Lesti Kejora dan Rizky Billar sepenuhnya telah berdamai.

Kasus KDRT yang dilaporkan Lesti Kejora pun resmi dihentikan oleh pihak Polres Metro Jakarta Selatan.

Namun, keputusan Lesti Kejora memaafkan Billar dengan mencabut laporan menuai reaksi banyak pihak.

Menurut seorang psikolog sendiri, KDRT bisa berpotensi terulang kembali.

Bagaimana penjelasan yang diutarakan sang psikolog?

Lesti Kejora mencabut laporan dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialamatkan kepada suaminya Rizky Billar.

Ada beberapa alasan mengapa Lesti Kejora mencabut laporan dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu.

Pertama, Rizky Billar sudah mengakui semua perbuatan dan kesalahannya.

Keduanya, Rizky Billar juga disebut telah meminta maaf kepada Lesti dan keluarganya.

Namun, keputusan Lesti Kejora itu disayangkan sebagian besar netizen.

Sebab menurut netizen, orang yang pernah melakukan KDRT, kemungkinan besar akan melakukannya lagi di masa depan.

Bahkan menurut Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Siti Aminah Tardi, permintaan maaf dan pencabutan laporan sebenarnya adalah bagian dari siklus KDRT.

Dilansir dari Kompas.com pada Sabtu (15/10/2022), Siti pun menjelaskan siklus KDRT agar Anda bisa memahaminya.

Menurut hasil penelitian seorang psikolog feminis bernama Lenore Walker, setidaknya ada 4 fase dalam siklus KDRT.

Fase pertama adalah tahap ketegangan dimulai atau tension building phase.

Dalam fase ini, biasanya dimulai dengan adu mulut yang disertai dengan kemarahan, tekanan, dan ancaman.

Fase kedua, terjadi tindakan atau kekerasan atau acting-out phase.

Dalam fase ini, jika ketegangan tidak bisa diselesaikan secara baik-baik, maka biasanya pelaku akan menggunakan kekerasan fisik.

Di fase ini, pelaku ingin menunjukkan bahwa dirinya lebih kuat dan berkuasa.

Fase ketiga, tahap penyesalan atau bulan madu (reconciliation/honeymoon phase).

Pada fase ini, biasanya pelaku mulai dihantui rasa bersalah dan penyesalan. Tapi penyelesan itu bisa saja bersifat manipulatif.

Misalnya pelaku merasa takut dilaporkan, takut diceraikan, atau takut menerima konsekuensi yang lebih berat.

Di tahap ini, pelaku akan mulai meluluhkan hati korban agar mau memaafkannya.

Korban pun mulai luluh dan berharap pelaku benar-benar bertobat.

Fase keempat, tahap stabil atau calm phase.

Dalam fase ini, kondisi antara pelaku dan korban mulai stabil.

Mungkin karena keduanya sama-sama mengalami kelelahan emosi dan fisik. Jadi tidak punya tenaga lain untuk bertengkar.

Namun Siti memperingatkan, hal ini bukan berarti keduanya telah berhasil menyelesaikan masalah.

Terkadang, pertengkaran akan kembali terulang jika kemarahan sudah menumpuk.

Jika terjadi lagi, maka keduanya akan mengulang fase pertama.

( Tribunlampung.co.id / Grid.ID  / Intisari-Online.com / TribunStyle.com )

Sumber: TribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved