Berita Terkini Nasional

Belajar Mindfulness di Palmerah Yuk! Kompas Gramedia

Kompas Gramedia kembali menggelar pagelaran Palmerah, Yuk! pada Jumat (28/10/2022). Lewat gelaran tersebut belajar mindfullness.

Editor: Kiki Novilia
Kompas Gramedia
Kompas Gramedia menggelar pagelaran Palmerah Yuk. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Kompas Gramedia kembali menggelar pagelaran Palmerah, Yuk! pada Jumat (28/10/2022).

Pekan keempat digelarnya Palmerah, Yuk! mengusung tema “Berdansa di Tengah Lika-Liku Bisnis” dengan menghadirkan narasumber yang terpercaya di bidangnya.

Yaitu Founder Senantiasa Berada Ivandeva Wing, Direktur Pemasaran PT Satu Frekuensi Vinny Mulyadi, Praktisi Mindfulness Putra Wiramuda, dimoderatori oleh Pemimpin Redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho.

Acara talkshow pada pekan ini diselenggarakan pada sore hari mulai dari 15.00-16.30 WIB.

Talkshow yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam memberikan banyak pelajaran yang bisa diambil dari para narasumber yang mengisi acara tersebut. 

"Pandemi memang memengaruhi kehidupan dunia bisnis, tetapi pengaruh tersebut justru memberikan pelajaran bagi banyak orang," Ucap Putra Wiramuda pada acara Bincang Sore pekan ke-4 ini.

Baca juga: 55 Lansia di Mojokerto Operasi Katarak Gratis Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas

Baca juga: Pembangunan Jamban Aman Yayasan Dana Kemanusian Kompas Lanjut di Magelang dan Surakarta

Bisnis erat ikatannya dengan mindfulness di mana pada realitanya, mindfulness tidak hanya dipraktikkan dalam berbinis, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Mindfulness adalah fase di mana seseorang bisa lebih fokus dengan keadaan sekitar dan dirinya sendiri.

Dengan menerapkan mindfulness, seseorang akan dapat mengatur jalan hidupnya menjadi lebih tertata.

Seperti yang diceritakan Vinny Mulyadi tentang asal mula ia dapat menumbuhkan kesadaran dan fokus dalam memutuskan sebuah pilihan.

Vinny menceritakan bahwa pertemuannya dengan guru-guru meditasi membuat dirinya menjadi lebih berani dalam mengambil keputusan. 

Hal itulah yang membuat Vinny Mulyadi percaya bahwa kita sebagai manusia membutuhkan teman dan juga komunitas yang memiliki kesamaan pandangan sebagai pendukung agar kita dapat lebih tenang dalam membuat keputusan.

"Kita selalu diajarkan tentang kepastian, tetapi dalam kehidupan nyata, kita selalu menemukan ketidakpastian. Sejatinya, ketidakpastian itu membuat kita sadar akan besarnya kesempatan yang bisa kita temui," ucap Ivandeva Wing.

Ikut menambahkan, Wisnu Nugroho berpendapat bahwa manusia sebagai mahkluk hidup perlu memiliki kesadaran untuk mengendalikan emosi di saat sedang merasakan hal negatif.

Baca juga: Harian Kompas Gelar Ekshibisi Mata Dasawarsa di Superlative Gallery Bali

Baca juga: Hadirkan Kembali Konektivitas, Kompas Gramedia Punya Palmerah, Yuk!

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved