Berita Lampung

Ajang KSPS Inspiratif 2022, SMKN 4 Bandar Lampung Persiapkan Aplikasi Siperi

Kemendikbud Ristek mengundang dua kepala SMK negeri di Lampung mengikuti penilaian kepala sekolah dan pengawas sekolah (KSPS) inspiratif 2022

Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni
Tribun Lampung / Bayu Saputra
Kepala SMKN 4 Bandar Lampung, Dewi Ningsih di ruang kerjanya, Rabu (16/11/2022) 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kemendikbud Ristek mengundang dua kepala SMK negeri di Lampung mengikuti penilaian kepala sekolah dan pengawas sekolah (KSPS) inspiratif 2022 yang akan berlangsung 22-27 November mendatang.

Keduanya ialah Kepala SMKN 4 Bandar Lampung, Dewi Ningsih, dan Armina, Kepala SMKN 2 Metro. Kepala SMKN 4 Bandar Lampung Dewi Ningsih mengatakan, total kepsek dan pengawas sekolah yang diundang untuk datang ke Jakarta mencapai 170 orang.

"Untuk kepsek SMKN tercatat ada 20 orang diundang datang ke Jakarta untuk mengikuti seleksi lanjutan menjadi kepsek SMKN terinspiratif se-Indonesia," kata Dewi Ningsih, Rabu (16/11).

"Semoga kami bisa membanggakan Provinsi Lampung di level nasional pada ajang pemilihan kepala SMKN inspiratif 2022," kata Dewi.

Ia menjelaskan, pada September ia tidak sengaja mengikuti ajang lomba tersebut melalui media sosial Direktorat KSPS Kemendikbud Ristek.

"Saya telah memenuhi persyaratan sehingga akhirnya saya bisa dinyatakan lolos sebagai peserta perlombaan dengan 20 kepsek SMKN se-Indonesia," kata Dewi.

Ia menjelaskan, untuk mengikuti ajang itu, dia menyertakan berbagai syarat seperti inovasi, naskah, makalah, dan portofolio yang diunggah.

"Kemudian persyaratan saya secara administratif telah dilakukan kurator oleh panitia, dan Alhamdulillah kemarin 15 November 2022 nama saya keluar dalam daftar 20 peserta," kata Dewi.

Ia menjelaskan, sebanyak 20 nominasi guru inspiratif akan mengikuti peringatan hari guru di Jakarta. Ia menjelaskan, dalam ajang bergengsi tersebut dia mempersiapkan aplikasi Sistem Informasi Diferensiasi (Siperi).

"Siperi ini menjadi andalan saya di sekolah untuk mengontrol 147 guru di SMKN 4 Bandar Lampung dalam melakukan pembelajaran kepada siswa," kata Dewi.

Ia menjelaskan, sistem kerja Siperi ini memonitoring para guru dalam melakukan pembelajaran di kelas.

"Aplikasi Siperi ini merupakan skema dalam memetakan gaya belajar para siswa sesuai program Merdeka Bekajar, yang jadi unggulan Menteri Nadiem," ujar Dewi.

Siswa memiliki cara belajarnya masing-masing, ada siswa suka belajar mendengar musik dan ada juga secara visual.

"Kurikulum pembelajaran itu berdiferensiasi berbeda dengan karakteristik anak, makanya saya sebagai Kepsek harus bisa memanejerial guru," kata Dewi.(Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved