Berita Lampung

Itera Ajarkan Masyarakat Pringsewu Lampung Cara Jernihkan Minyak Jelantah

Dosen dan mahasiswa Itera ajarkan warga Desa Padangrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung cara menjernihkan minyak jelantah.

Dokumentasi Itera
Itera ajarkan masyarakat Pringsewu Lampung cara jernihkan minyak jelantah. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Warga Desa Padangrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung diajarkan cara menjernihkan minyak jelantah.

Cara menjernihkan minyak jelantah dengan menggunakan bahan lempung alam atau dalam bahasa ilmiah dikenal dengan Bleaching Earth. 

Tujuan menjernihkan minyak jelantah tersebut agar warga Pringsewu, Lampung dapat secara mandiri menghilangkan zat-zat berbahaya akibat penggunaan minyak secara berulang.

Adapun pihak yang mengajarkan cara menjerihkan minyak jelantah tersebut yakni dosen dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Kimia Jurusan Sains Institut Teknologi Sumatera (ITERA).

"Untuk itu, perlu dilakukan upaya penjernihan minyak goreng yang telah digunakan," kata Ketua timm pengabdian masyararakat Prodi Kimia ITERA Alvien Ghifari dalam keterangan yang diterima Tribun Lampung, Jumat (18/12/2022).

"Itu guna menghilangkan residu berbahaya yang terkandung di dalam minyak bekas pakai atau lebih dikenal dengan minyak jelantah," lanjut dia.

Baca juga: Masalah Tumpukan Sampah di Pekon Canggu Beres, DLH Lampung Barat Minta Pekon Jaga Lingkungan

Baca juga: Kebakaran Ruang Kontrol CCTV dan IT Ponpes Darul Huffaz Diduga karena Korsleting Listrik

Apalagi, lanjut dia, pada saat terjadinya nua kelangkaan minyak menyebabkan masyarakat secara terpaksa menggunakan minyak goreng beberapa kali. 

Penjernihan minyak jelantah dengan menggunakan bahan alami berupa tanah lempung alam, dikatakan Alvien  menjadi langkah yang efektif.

Selain karena mudah didapat, lempung alam juga cukup baik dalam penjernihan minyak jelantah.

"Lempung alam relatif alam karena digunakan juga diproses pengolahan minyak sawit," ucap dia.

Tahapan penjernihan yang harus dilakukan ialah dengan dengan mencampur minyak goreng sekitar 1 gelas dengan 2 setengah sendok makan lempung.

Kemudian lempung dihangatkan sambil diaduk selama kurang lebih 10-30 menit.

Selanjutnya hasil campuran minyak dan lempung alam didiamkan selama satu hari dan disaring sebelum digunakan. 

Untuk informasi, lempung alam adalah sejenis tanah liat yang biasa digunakan untuk memproduksi batu bata, genteng, hingga keramik.

Lempung alam biasanya ketika dalam kondisi kering tanah retak-retak,dan jika basah bersifat liat.  

Pelatihan menjernihkan minyak jelantah itu sendiri terjadi pada Selasa (15/11/2022) kemarin.

Sebanyak 20 warga desa yang merupakan ibu-ibu hadir dalam pelatihan tersebut.

Setiap warga yang hadir dalam pelatihan tersebut pun mengaku mendapat manfaat yang baik karenanya.

( Tribunlampung.co.id / Vincensius Soma Ferrer )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved