Berita Lampung

Petani Penggarap Lahan Kota Baru Lampung Demo, Keberatan Sewa Rp 300/Meter Setahun

Penerapan sewa lahan di Kota Baru dengan nilai Rp 300 per meter untuk satu tahun terlalu tinggi dan petani keberatan.

Tribunlampung.co.id/Soma Ferrer
Petani penggarap lahan Kota Baru demo penerapan sewa lahan tersebut Rp 300 per meter untuk satu tahun terlalu tinggi dan memberatkan petani. 

Dimana produk pertanian yang dominan dihadirkan oleh petani di sana adalah produk pertanian yang berharga rendah, yakni singkong.

"Harga singkong masih murah, walau bisa saja harga tertingginya Rp 1.200 per kilogram, tapi itu harga kotor,"

"Itu belum dipotong kadar air sebesar Rp 40 persen," lanjut pendemo.

Pembayaran sewa lahan tersebut juga semakin diperberat dengan adanya inflasi akibat kenaikan BBM subsidi.

Kondisi mereka masih menderita akibat kondisi ekomoni setelah pandemi Covid-19 yang belum stabil.

Baca juga: Pemprov Lampung Pastikan GOR Saburai Lampung Diganti Masjid Raya

Baca juga: Bappeda Pesawaran Harap Pemprov Lampung Bantu Perbaikan Kawasan Register Atasi Banjir

Untuk itu petani meminta tiga poin tuntutan kepada Pemprov Lampung yang disampaikan dalam demonstrasi tesebut.

Pertama, mencabut Keputusan Gubernur Lampung Nomor: G/293/VI.02/HK/2022 tentang Penetapan Sewa Tanah Kota Baru yang Belum Dipergunakan untuk

Kepentingan Pembangunan di Provinsi Lampung.

Kedua, untuk menghentikan segala bentuk intimidasi dan provokasi yang dilakukan terhadap petani penggarap lahan di Kota Baru.

Dan ketiga, membuka ruang seluas-luasnya untuk petani penggarap lahan Kota Baru untuk melakukan negosiasi pemanfaatan lahan dengan Pemprov Lampung.

(Tribunlampung.co.id / V Soma Ferrer)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved