Berita Lampung

Lia Guru Daerah Terpencil Mesuji Lampung, Motivasi Siswa Lanjutkan Sekolah Keluar Daerah

Lia tidak menyangka kondisi wilayah di Kecamatan Rawajitu Utara yang minim infrastruktur rawan banjir, dan rendahnya perhatian pendidikan.

Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Dok Raden Ayu Siti Marlia
Guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 9 Mesuji Raden Ayu Siti Marlia yang mengajar di daerah terpencil dan terus motivasi siswanya lanjutkan sekolah keluar daerah sebab minimnya infrastruktur di lokasi tersebut. 

Tribunlampung.co.id, Mesuji Raden Ayu Siti Marlia, seorang guru PNS di Mesuji Lampung terkejut saat pertama kali tahu lokasi tempat mengajarnya.   

Lia sapaan akrab Raden Ayu Siti Marlia mengajar di daerah yang cukup terpencil tepatnya di Desa Panggung Jaya, Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji Lampung.

Dengan mengajar di lokasi tersebut Lia mengaku miliki tantangan tersendiri bagi seorang guru PNS.

Lia menjadi guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 9 Mesuji, Desa Panggung Jaya, Kecamatan Rawajitu Utara sejak April 2019.

Sebenarnya dia tidak berniat memilih sekolah tersebut dalam formasi CPNS.

"Awalnya pada tahun 2012 itu saya masih guru honorer di Bengkulu dan menjadi PNS-nya di 2019 April," ujarnya, Jumat (25/11/2022).

Baca juga: Kisah Guru Honorer di Lampung Selatan, Menyeberangi Laut Digaji Rp 350 Ribu Sebulan

Baca juga: Di Hari Guru, Ganjar Pranowo Bicara Peningkatan SDM Lokal agar Bersaing dengan Tenaga Kerja Asing

Kemudian, Lia mulai menceritakan awal mulanya menjadi guru di Kecamatan Rawajitu Utara Mesuji.

Dimulai saat melanjutkan pendidikan profesi guru di Universitas Lampung (Unila).

"Saat itu bertepatan dengan ujian CPNS, jadi dari pada bentrokan sama jadwal kuliah saya maka ambillah di Lampung dan Mesuji itu pendaftarannya tidak terlalu banyak," paparnya.

Ketika diterima menjadi PNS guru, ia sangat tidak menyangka kondisi wilayah di Kecamatan Rawajitu Utara.

Seperti jalan yang rusak parah dan banyak mobil truk kecelakaan akibat jalan rusak.

"Saya memang agak kaget liat jalan banyak yang rusak dan banyak truk mobil yang gelimpangan, tapi waktu itu happy aja, karena keterima CPNS kan ya bersyukur walaupun mengeluh tetap dijalankan," terangnya.

Kondisi yang cukup memprihatinkan waktu itu ungkap dia adalah pada tahun 2019 belum ada listrik yang masuk.

Sehingga saat mengajar tidak ada listrik sama sekali bahkan untuk jaringan internet pun sama.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved