Berita Terkini Nasional

Bripda Debi, Polwan Anjing Pelacak K-9 Cari Korban Bencana saat Letusan Semeru sampai Cianjur

Bripda Debi bertugas pada Direktorat Polisi Satwa (Dirpolsat) Mabes Polri jadi pawan anjing pelacak K-9 dengan nama Ari.

Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Tribunnews
Bripda Debi bertugas di Direktorat Polisi Satwa (Dirpolsat) Mabes Polri jadi pawang anjing pelacak K-9 dengan nama Ari yang sudah ikut misi evakuasi korban sejak bencana di NTT, letusan Gunung Semeru dan gempa Cianjur. 

Tribunlampung.co.id, Cianjur - Mabes Polri mengerahkan anjing pelacak K-9 untuk pencarian korban gempa Cianjur.

Untuk pencarian korban gempa Cianjur Mabes Polri menerjunkan sembilan ekor anjing pelacak K-9.

Dan salah satu pawang anjing pelacak K-9 Mabes Polri yakni Polwan Bripda Debi Apriliani yang sudah cari korban bencana dari meletusnya Gunung Semeru sampai kini gempa Cianjur.

Bripda Debi  bertugas pada Direktorat Polisi Satwa (Dirpolsat) Mabes Polri.

Dia menjadi pawang bagi anjing pelacak K-9 yang dia panggil dengan sebutan 'Ari'.

Sudah lima hari, Ari yang dijaga oleh Bripda Debi, berputar mengelilingi lokasi longsor akibat gempa Cianjur.

Baca juga: Mensos Risma Sebut Tenda Darurat bagi Pengungsi Gempa Cianjur Habis

Baca juga: Data Terbaru Korban Meninggal Gempa Cianjur 318 Orang, 14 Orang masih Hilang

Di tangan Debi, Ari seolah menurut untuk melakukan tugasnya dengan baik.

Sampai saat ini juga, anjing pelacak K-9 yang membantu proses evakuasi berhasil menemukan sementara ini 10 jasad yang tertimbun material tanah longsor.

"Anjing ini jenisnya Belgian Malinois. Kalau ranah pencariannya khusus untuk mencari korban yang sudah meninggal," kata Debi saat dijumpai TribunnewsBogor.com di lokasi longsor, Jumat (25/11/2022).

Polwan cantik ini terjun sebagai pawang Ari semenjak tiga tahun lalu.

Bersama Ari, Debi turut berperan aktif di setiap misi kemanusiaan untuk mengevakusi korban bencana.

Teringat olehnya, peristiwa meletusnya Gunung Semeru yang belum lama terjadi ini menjadi salah satu medan terberat dalam menjalakan tugasnya sebagai pawang.

Dimana saat itu, dia harus berperang dengan erupsi yang kerap kali terjadi dan material yang cukup panas.

"Jadi penempatan pertama saya di Mabes Polri kebetulan langsung di Dirpolsatwa. Kemudian dari situ saya mulai belajar melatih anjing.”

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved