Berita Lampung

Penerima BPNT di Hajimena Lampung Selatan Resah, Beredar Pesan Bantuan Ditarik Lagi 

Beredar di WA pesan bernada ancaman bagi warga Natar Lampung Selatan yang diduga dilakukan oleh oknum perangkat desa. 

Tribunlampung.co.id/Dok warga
Beredar pesan di aplikasi WhatsApp kepada warga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Warga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan menerima pesan bernada ancaman di aplikasi WhatsApp

Diduga pesan bernada ancaman yang disebarkan melalui aplikasi WhatsApp pada warga penerima BPNT di Desa Hajimena, Lampung Selatan tersebut sengaja dikirimkan oleh oknum perangkat desa setempat.

Pesan dari WhatsApp itu berisi minta seluruh warga Desa Hajimena, Lampung Selatan yang telah mencairkan BPNT di Kantor Pos senilai Rp 600 ribu untuk 3 bulan, agar menyetorkan kembali uang tersebut ke aparat desa.

Nantinya, warga Desa Hajimena, Lampung Selatan yang telah menyetorkan kembali uang ke aparat desa akan mendapatkan paket sembako.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan dirinya dan beberapa warga lainnya mendapatkan pesan bernada ancama melalui aplikasi WhatsApp.

"Dalam isi pesan wa tersebut dijelaskan agar kami menukarkan uang BPNT sebesar Rp 600 ribu yang kami dapat dari Kantor Pos ditukar dengan sembako dari perangkat desa," katanya, Sabtu (26/11/2022).

Baca juga: Car Free Day di Lampung Barat Digelar Minggu Besok, Ada Senam Bersama hingga Bazar UMKM

Baca juga: Mahasiswa Poltekkes Tanjung Karang Bisa Praktek di RSUD Bob Bazar Lampung Selatan

Katanya, dalam isi chat menyebut jika mereka tidak menyetorkan uang BPNT tersebut ke kantor desa, maka nama mereka akan dihapus dan tidak dapat menerima bantuan di tahun berikutnya.

Ia menjelaskan, dulu sejumlah uang itu ditukarkan dengan paket sembako berisi beras, kentang, telur, kacang hijau dan buah.

"Kalau pencairan bantuan kemarin langsung dipotong untuk sembako. Cuma, ini para warga lagi kompromi, kami nggak mau setorkan uangnya ke mereka," katanya

Menurut pengakuannya, paket sembako yang diterima seharusnya senilai dengan uang Rp 200 ribu per-bulan.

Namun, katanya, fakta yang terjadi sebaliknya.

Setelah dihitung-hitung, sambungnya, paket sembako yang mereka terima tidak mencapai nominal Rp 200 ribu.

"Kalau ini, nggak sampai lah. Kan biasanya, ada sembako yang khusus yang non tunai. Nah, (BPNT) tunai kami nggak milih-milih kayak ada satu toko ditunjuk dari kelurahan," katanya.

Ia mengatakan tidak mengetahui bentuk bantuan lain seperti uang atau sembako.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved