Berita Lampung

Universitas Lampung Tambah 19 Guru Besar

Universitas Lampung (Unila) menambah 19 guru besar yang akan dikukuhkan di GSG Unila pada Rabu (30/11/2022).

Penulis: kiki adipratama | Editor: soni
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Plt Rektor Unila Dr Mohammad Sofwan Effendi 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Universitas Lampung (Unila) menambah 19 guru besar yang akan dikukuhkan di GSG Unila pada Rabu (30/11/2022).

Dengan begitu jumlah guru besar Unila telah melampaui jumlah 100 guru besar yang ditargetkan.

Pada Juli 2022, Unila telah mengukuhkan 8 guru besar sehingga totalnya Unila memiliki 88 guru besar dari total yang dimiliki sebelumnya 80 guru besar.

Akhir November 2022 ini, rencananya Unila bakal menambah 19 guru besar sehingga totalnya Unila akan memiliki 107 guru besar.

Plt Rektor Unila Mohammad Sofwan Effendi membenarkan jika pihaknya bakal menggelar pengukuhan 19 guru besar baru dalam waktu dekat.

"Ya In Syaa Allah pengukuhan 19 guru besar baru," kata Sofwan kepada dikonfirmasi, Minggu (27/11/2022).

Syarat menjadi profesor/guru besar menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) Nomor 46 Tahun 2013, memiliki ijazah Doktor (S3) atau yang sederajat, paling singkat tiga tahun setelah memperoleh ijazah Doktor (S3).

Kemudian memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi, berpengalaman kerja sebagai dosen paling singkat selama 10 tahun.

Salah satu guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Admi Syarif, dosen Prodi Ilmu Komputer, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Syarif mengatakan jika pengukuhan guru besar ini menjadi rekor terbanyak  pengukuhan guru besar yang mendapatkan SK pada tahun yang sama.

Baca juga: Unila Gelar Sosialisasi Percepatan Guru Besar

Baca juga: Universitas Lampung Kukuhkan Guru Besar Ilmu Bimbingan dan Konseling Karier

"Hal ini tentu saja patut diapresiasi karena capaian jabatan professor tidaklah mudah. Untuk mencapai jenjang  jabatan ini, dosen wajib melaksanakan pendidikan, pengajaran,  penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," kata dia.

Ia menjelaskan jika di Indonesia, gelar profesor merupakan jabatan fungsional, bukan gelar akademis.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 1 Butir 3, menyebutkan bahwa guru besar atau profesor adalah jabatan fungsional tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi.

"Jika sebelumnya dosen dengan gelar akademis magister (S2), bahkan sarjana (S1) bisa menjadi guru besar/profesor, maka sejak tahun 2007 hanya mereka yang memiliki gelar akademik doktor saja yang bisa menjadi profesor. Hal ini karena hanya profesor inilah yang memiliki kewenangan untuk membimbing calon doktor," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved