Berita Terkini Nasional

Ganjar Pranowo Gulirkan Program Tuku Lemah Oleh Omah dengan DP Nol Persen di Jawa Tengah

Program Tuku Lemah Oleh Omah ala Gubernur Ganjar Pranowo itu benar-benar mampu mewujudkan impian warga untuk punya rumah tanpa DP, tanpa angsuran.

Istimewa
Rumah hasil program Tuku Lemah Oleh Omah yang digulirkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Program itu benar-benar mampu mewujudkan impian warga untuk punya rumah tanpa DP, tanpa angsuran. 

Tribunlampung.co.id, Pemalang- Program Tuku Lemah Oleh Omah yang diluncurkan Gubernur Ganjar Pranowo di Jawa Tengah makin membuat masyarakat setempat kesengsem dengan sosok pemimpin berambut putih itu.

Masyarakat Jawa Tengah yang mendapat bantuan dari program Tuku Lemah Oleh Omah yang digulirkan Gubernur Ganjar Pranowo itu kian bahagia.

Pasalnya, program Tuku Lemah Oleh Omah ala Gubernur Ganjar Pranowo itu benar-benar mampu mewujudkan impian warga untuk punya rumah tanpa DP, tanpa angsuran.

Tak pelak, senyum bahagia pun terus mengembang dari sejumlah warga di Jawa Tengah yang mendapat bantuan rumah dari Gubernur Ganjar Pranowo.

Program bantuan rumah dengan sistem susun panel pasang baut itu selain untuk komunitas, juga untuk perorangan.

Ini untuk membantu warga yang sudah berkeluarga, belum punya rumah, serta terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Baca juga: Gubenur Ganjar Pranowo Buka Kejurda E-Sport Jawa Tengah

Baca juga: Di Hari Guru, Ganjar Pranowo Bicara Peningkatan SDM Lokal agar Bersaing dengan Tenaga Kerja Asing

Makmur, salah seorang penerima bantuan di Desa Tambi, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang mengaku pembangunan rumah sesuai dengan harapan.

Ia hanya bermodal tanah, lalu dibangunkan rumah senilai Rp35 juta dari Pemprov Jawa Tengah. Ditambah Rp1,8 juta padat karya.

"Alhamdulillah pembangunan berjalan lancar sesuai harapan. Dan alhamdulillah saya mendapatkan bantuan rumah tanpa DP sepeserpun yang penting punya tanah, alhandulillah bisa terselenggara rumah ini. Iya tanpa DP dan tanpa angsuran yang penting modal tanah dan rumah jadi," katanya, Senin (28/11/2022).

Rumahnya saat ini selain ditinggali bersama istri dan anaknya, juga bermanfaat untuk keperluan organisasi.

"Iya, tiap sebulan dua kali dibuat kumpul atau rapat, karena aktif di GP Ansor dan Banser. Ada 30 orang yang biasa ikut kegiatan di sini," papar pria yang berprofesi mengajar di TPQ dan madrasah.

Kebahagiaan juga dirasakan Lili Holiyah, warga Desa Tambi yang lain. Memiliki rumah adalah impiannya sejak menikah 2015 silam, apalagi ditambah kehadiran buah hatinya.

"Awal saya nikah tahun 2015, masih tinggal bersama orangtua. Ingin punya rumah sendiri karena sudah punya anak. Tapi saya hanya bekerja bikin wig (rambut palsu), dan suami merantau di Jakarta," paparnya.

Ia sangat bersyukur dengan adanya Program Tuku Lemah Oleh Omah, kini sudah memiliki rumah sendiri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved