Breaking News:

Pemilu 2024

Bawaslu Pesawaran Lampung Gandeng Media Massa Tepis Isu Sara Pemilu 2024

Bawaslu Pesawaran Lampung menilai dengan kelibatan media massa dapat cegah isu sara dan kabar bohong menjelang tahun politik Pemilu 2024.

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesawaran menyelenggarakan kegiatan pengawasan Pemilu 2024 bersama dengan para jurnalis di Hotel Regency. 

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Pesawaran Lampung menyelenggarakan kegiatan pengawasan Pemilu 2024 di Hotel Regency, Kamis (01/12/2022).

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Pesawaran Lampung menggandeng media massa yang ada di Kabupaten Pesawaran agar berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu 2024.

Bawaslu Pesawaran Lampung menilai dengan kelibatan media massa dapat cegah isu sara dan kabar bohong menjelang tahun politik Pemilu 2024.

Kepala Divisi Hukum, Humas dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Pesawaran Riswanto mengatakan, media massa memiliki peran penting dalam mencegah isu sara dan kabar bohong pada pesta politik pemilu.

Riswanto menuturkan bila efek yang ditimbulkan dari kabar bohong dan isu sara dampaknya cukup terasa.

“Jika dibiarkan isu sara dan kabar bohong itu dibiarkan, maka akan menimbulkan konflik,” ucap nya.

Baca juga: Sebanyak 50 Persen Napi di Lapas Metro Lampung dari Kasus Narkotika

Baca juga: Penyebab Kebakaran di Pasar Natar Lampung Selatan Akibat Korsleting Listrik

Sehingga dengan bersama dan dukungan peran media massa, ini akan memfilter semua informasi yang beredar di masyarakat.

Mengingat tahun 2022 ini merupakan titik mulai dari panasnya persaingan politik di Indonesia khususnya di Kabupaten Pesawaran.

“Sehingga melihat fenomena itu, peran media massa sangatlah vital terkait penyampaian informasi publik,” kata Riswanto.

Pihaknya pun membuka diri bila para jurnalis untuk memberikan informasi yang bersifat ujaran kebencian, kabar bohong dan sara.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran Muhammad Ismail menjelaskan kompetisi pada pemilu ini selalu ada fenomena tersebut.

Dari fenomena yang terjadi Ismail mengatakan jika informasi dari media masa yang beredar lebih cepat mobilitasnya di masyarakat.

Ia katakan infomasi yang tersebar itu dari tulisan, video, dan juga gambar.

“Ia menyebut jika Bawaslu juga harus melakukan klarfikasi dan memberikan informasi bilamana ditemukan ada informasi pelanggaran-pelanggaran pemilu,” kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved