Berita Lampung

Konsultan Psikologi Hijau Pringsewu Lampung Sebut KDRT Bisa Buat Korban Akhiri Hidup

Dampak KDRT ada dampak fisik dan psikologis, dampak psikologis jangka pendek adalah shock, dan jangka panjang bisa lupa ingatan.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id
Founder Biro Konsultasi Psikologi Hijau Pringsewu Madila Amir, M.Psi, Psikolog mengatakan dampak KDRT mulai timbulkan luka fisik dan dampak psikologis, seperti luka di fisik dan trauma ke korban. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah salah satu kasus yang masih banyak terjadi sampai saat ini di Lampung

Founder Biro Konsultasi Psikologi Hijau Pringsewu, Lampung Madila Amir, M.Psi, Psikolog mengatakan, ada banyak faktor yang membuat seseorang melakukan KDRT.

Konsultan Psikologi Hijau Pringsewu, Lampung menyebut korban KDRT sebenarnya bukan hanya istri, tapi bisa juga suami, anak-anak, asisten rumah tangga, dan orang-orang yang ada di dalam rumah. 

"Sampai sekarang masih ada suami yang jadi korban KDRT, tapi tidak banyak yang mau mengungkapkan atau melaporkan KDRT yang dialaminya," kata Madila dalam bincang kesehatan, Kamis 1 Desember 2022.

Dampak KDRT ada dampak fisik dan psikologis.

Dampak fisik adalah dampak yang paling mudah dilihat ditubuhnya, seperti ada memar, luka, dan sebaginya.

Baca juga: Puluhan UMK Pesawaran Lampung Terima Nomor Induk Berusaha

Baca juga: Tiga Kementerian Sumbangi Lampung Dorong UMKM Perorangan Produktif

Sedangkan dampak psikologis adalah dampak yang tidak mudah dilihat dengan mata.

Imbas psikologis dirasakan oleh yang menjadi korban KDRT, dan orang yang dekat dengan korban KDRT akan melihat dampak psikologis korban KDRT dari perubahan sikapnya.

Dampak psikologis itu ada jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk dampak jangka pendek adalah shock, tidak menyangka akan menjadi korban KDRT.

Sebab psikologis jangka panjang adalah dampak yang dirasakan setelah enam bulan mengalami KDRT, salah satunya trauma.

Kemudian ada PTSD yakni gangguan stres pascatrauma, yang jika dibiarkan dalam jangka panjang akan menyebabkan disorientasi dan lupa ingatan.

"Selain itu juga akan menyebabkan munculnya pikiran atau perasaan negatif, misalnya yang salah dan keliru memang aku," ujar Madila

Kemudian bisa muncul depresi, sedih berlarut-larut, kehilangan minat melakukan aktivitas, tidak pernah merasa bahagia, dan merasa tertekan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved