Berita Terkini Nasional

Indonesia Masih Butuh 9 Juta Digital Talent hingga 2030

“Digital talent adalah karyawan berbakat yang mampu beradaptasi dengan teknologi digital dan memahami tentang keberadaan industri 4.0,” kata Lodewijk.

Dokumentasi
Wakil Ketua DPR RI, Lodewijk F Paulus mengungkapkan, digital talent dibutuhkan agar masyarakat digital Indonesia mampu menjadi pemain di rumah sendiri 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Wakil Ketua DPR RI, Lodewijk F Paulus mengaku Indonesia masih membutuhkan 9 juga digital talent atau talenta digital hingga tahun 2030.

Wakil Ketua DPR RI, Lodewijk F Paulus mengungkapkan, digital talent dibutuhkan agar masyarakat digital Indonesia mampu menjadi pemain di rumah sendiri dalam memanfaatkan potensi digitalisasi yang besar.

Wakil Ketua DPR RI, Lodewijk F Paulus menyampaikan hal tersebut dalam webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Literasi Digital di Era Digitalisasi yang digelar Direktorat Jenderal (Ditjen) Informasi Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Kominfo, Selasa (29/11/2022).

Menurut Lodewijk, digital talent merupakan bagian dari pembentukan SDM digital yang kompeten dan terdigitalisasi, sebagaimana tertuang dalam peta jalan digitalisasi Indonesia.

“Digital talent adalah karyawan berbakat yang mampu beradaptasi dengan teknologi digital dan memahami tentang keberadaan industri 4.0,” kata Lodewijk.

Untuk meningkatkan keterampilan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, pemerintah telah memiliki program digital talent scholarship.

Baca juga: Ayah Anggota Brimob Lampung yang Gugur di Papua Curiga setelah Telepon Tak Aktif

Baca juga: Pelaku Curanmor Tewas Seruduk Agya di Jalinsum Lampung Selatan

Program ini menyasar angkatan kerja muda Indonesia, masyarakat umum, serta aparatur sipil negara.

Setidaknya, lanjut Sekjen DPP Partai Golkar tersebut, ada 3 hal yang harus dipersiapkan untuk mendapatkan digital talent yang mumpuni.

Pertama, digital readyness, yaitu kesiapan SDM untuk bekerja pada alur kerja digital.

“Selanjutnya, digital proficiency, yaitu keterampilan digital dalam memanfaatkan teknologi untuk mengakses dan mengelola informasi,” ungkap politisi asal Dapil I Lampung tersebut.

Terakhir, digital potential, yaitu kemampuan digital bagi SDM untuk menerapkan hardskill dan softskill.

Lodewijk mengungkapkan, pada 2022, jumlah lulusan TIK yang berasal dari perguruan tinggi dan SMK diperkirakan mencapai 449.952 orang.

Sehingga masih dibutuhkan banyak talenta digital untuk mencapai target 9 juta digital talent pada 2030.

“Karena itu, kolaborasi dari seluruh stakeholder diperlukan guna meningkatkan jumlah talenta digital dan menyelaraskan talenta digital dengan kebutuhan industri 4.0 saat ini,” lanjut Lodewijk.

Adapun pembicara lain dalam webinar tersebut adalah Koordinator Audio Visual dan Media Sosial Ditjen IKP Kemenkominfo, Dimas Aditya Nugraha mengungkapkan, guna mendukung literasi digital, pemerintah fokus membangun infrastruktur digital.

Sehingga setiap daerah di Indonesia bisa mendapatkan akses internet, yang menjadi fondasi dalam dunia digital, yang sama.

“Khususnya, daerah 3T, terdepan, terpencil, dan tertinggal,” tutup Dimas. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved