Berita Lampung

Karantina Pertanian Lampung Musnahkan 570 Lembar Kulit Ular dan 300 Kg Kulit Domba Ilegal

Karantina Pertanian Lampung terus bekerjasama dengan instansi terkait seperti KSKP Bakauheni untuk memutus mata rantai penyebaran barang ilegal.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi Karantina Pertanian Lampung
Karantina Pertanian Lampung memusnahkan 570 embar kulit ular dan 300 Kg kulit domba ilegal, Jumat (2/12/2022). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Karantina Pertanian Lampung memusnahkan 570 lembar kulit ular dan 300 kilogram kulit domba dengan cara dibakar.

"Kami telah berhasil mengamankan dan memusnahkan 570 lembar kulit ular dan 300 kg kulit domba," kata Kepala Karantina Pertanian Lampung Donni kepada Tribun Lampung, Jumat (2/12/2022).

"Pemusnahan dilaksanakan di instalasi Karantina Lampung Wilker Bakauheni," tambah Donni.

Donni mengatakan, pemusnahan ini dikarenakan adanya penyakit seperti Penyakit Mulut Kuku (PMK).

"Jadi lalu lintas hewan dan produk hewan harus melalui pemeriksaan kesehatan hewan dari daerah asal. Lalu dilaporkan kepada petugas karantina di pelabuhan pengeluaran," kata Donni.

"Kami begitu mendapat Informasi akan adanya pengiriman barang ilegal kami langsung menindaklanjuti laporan tersebut," kata Donni.

Baca juga: Pemprov Lampung Cairkan Bantuan Penanganan Dampak Inflasi Kenaikan BBM Subsidi

Baca juga: Pj Bupati Mesuji Lampung Lepas Ratusan Kontingen Porprov IX Tahun 2022

Donni mengatakan, Karantina Pertanian Lampung terus bekerjasama dengan instansi terkait seperti Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni untuk memutus mata rantai penyebaran barang ilegal.

Ia mengatakan, petugas melakukan pemeriksaan oleh petugas dan menemukan ratusan lembar kulit ular jenis piton.

"Ratusan lembar kulit ular piton tersebut dengan dikemas di dalam dua kardus berlapiskan plastik," kata Donni.

Donni menjelaskan, pelaku berpotensi melakukan pelanggaran peraturan karantina terutama lalu lintas komoditas.

"Kami melakukan pemusnahan ini merupakan dari kerja sama yang terus terbangun antar petugas di pelabuhan Penyeberangan Bakauheni," kata Donni.

"Hasil keterangan dari sopir bahwa kulit ular tersebut berasal dari Sumatera Selatan dan akan dibawa ke Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur," ujarnya.

Sementara itu, Donni mengatakan, barang ilegal kulit domba tersebut dari dalam bus antar provinsi asal Sumatera Utara dan rencananya akan dibawa menuju Tangerang, Provinsi Banten.

Penahanan terhadap barang ilegal tersebut karena tidak dilengkapi dokumen kesehatan dari daerah asal serta Surat Angkut Satwa Dalam Negeri (SATDN).

"Kami berhasil mengamankan barang ilegal ini dari kegiatan operasi patuh karantina bersama instansi terkait. Dan juga bersama Non Governmental Organization (NGO) Jakarta Animal Aid Network (JAAN)," kata Donni.

"Kami berpedoman sesuai surat edaran Satgas Penanganan PMK Nomor 7 Tahun 2022 tentang pengendalian lalu lintas hewan rentan PMK berbasis kewilayahan.

"Kami mengapresiasi kepada seluruh instansi terkait atas kerja sama pengawasan yang sudah terbangun dengan baik," kata Donni.

Pihaknya berharap agar sinergitas ini terus ditingkatkan.

( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved