Berita Lampung

Sosialisasi Penyalahguna Napza di Mesuji Lampung Sasar Siswa Sekolah

Dinas Sosial Kabupaten Mesuji mendampingi Dinas Sosial Provinsi Lampung mensosialisasikan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya atau Napza.

Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi Dissos Mesuji
Sosialisasi penyalahgunaan Napza di SMK Negeri 1 Simpang Pematang. Sosialisasi penyalahguna Napza di Mesuji Lampung sasar siswa sekolah. 

Tribunlampung.co.id, Mesuji - Dinas Sosial Kabupaten Mesuji mendampingi Dinas Sosial Provinsi Lampung lmensosialisasikan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (Napza).

Sosialisasi Npza tersebut menyasar para siswa-siswi di SMK Negeri 1 Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji Lampung.

Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Mesuji Marhakim sosialisasi Napza kali ini adalah program dari Dinas Sosial Provinsi Lampung.

"Jadi Kabupaten Mesuji kali ini mendapat kesempatan dilakukannya sosialisasi Napza kepada siswa-siswi sekolah," ujarnya mewakili Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mesuji, Selasa (6/12/2022).

Adapun nama kegiatannya sendiri ungkap Marhakim adalah Peksos Go To School dalam Rangka Pencegahan Penyalahguna Napza Tahun 2022.

Marhakim menjelaskan untuk pengertian Napza sendiri lebih luas, sehingga sosialisasi ini bukan hanya bahaya mengenai konsumsi narkoba.

Baca juga: Warga Lampung Utara Tewas Tergiling Mesin Pengolahan Tebu Milik PTPN VII Bungamayang

Baca juga: Korban Penembakan Orang Tak Dikenal di Tulangbawang Barat Lampung Anggota Pencak Silat

"Melainkan bahaya akan perilaku konsumsi Napza, seperti kenakalan remaja yang menyalahgunakan lem aibon juga termasuk di dalamnya," ungkapnya.

Sebab, penyalahgunaan Napza adalah penyalahgunaan obat-obatan golongan narkotika, psikotoprika dan zat adiktif.

Yang dimana penggunaan barang tersebut tidak sesuai dengan fungsinya.

Kondisi itu pula jika para pelajar mengkonsumsinya akan menyebabkan kecanduan yang bisa merusak otak hingga menimbulkan kematian.

Dijelaskannya penyalahgunaan Napza karena adanya faktor internal maupun eksternal.

Untuk faktor internal sendiri yakni munculnya rasa ingin tahu para remaja dan pada akhirnya mereka mencobanya.

Hingga yang ditakuti adalah para remaja itu mulai kecanduan dan tak bisa lepas dari konsumsi barang tersebut.

Sedangkan untuk faktor external yakni bersumber dari lingkungan sekitar yang tidak sehat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved