Berita Lampung

Berita Lampung Terkini 9 Desember 2022, Pelaku Pembacokan Satu Keluarga Peragakan 24 Adegan

Di Lampung hari ini ada peristiwa Polresta Balam gelar rekontruksi, pelaku pembacokan satu keluarga peragakan 24 adegan.  

Editor: Teguh Prasetyo
Kolase
Berita Lampung Terkini 9 Desember 2022 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Banyak kejadian dan peristiwa yang terjadi di Provinsi Lampung selama hari ini, Jumat (9/12/2022).

Mulai dari peristiwa Polresta Balam gelar rekontruksi, pelaku pembacokan satu keluarga peragakan 24 adegan.  

Untuk lebih lengkapnya, inilah kompilasi enam peristiwa terhangat yang terjadi selama satu hari yang terkumpul dalam Berita Lampung Terkini.  

Baca juga: Polisi Sebut Pria Lakukan Pembacokan di Bandar Lampung karena Motif Dendam 

1. Polresta Balam Gelar Rekontruksi, Pelaku Pembacokan Satu Keluarga Peragakan 24 Adegan  

Pelaku pembacokan sekeluarga yang diduga orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) di Sukabumi, Bandar Lampung beberapa waktu lalu, pada Kamis 8 Desember 2022 kemarin, menjalani rekonstruksi perkara di Mapolresta Bandar Lampung.

Pada proses rekonstruksi perkara itu sendiri, pelaku Sutrisno memperagakan sebanyak 24 adegan saat melakukan pembacokan. Penasehat Hukum Sutrisno, Can Nurul Hidayah mengatakan, dirinya dipanggil penyidik Polresta Bandar Lampung atas permintaan jaksa untuk melakukan rekonstruksi tersebut.

"Pelaku yang diduga ODGJ sudah melakukan rekontruksi sebanyak 24 adegan dan disaksikan oleh saya selaku penasehat hukum dan JPU dari Kejari," ujar Nurul.

Ia mengatakan, jika Sutrisno sudah dilakukan observasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) selama satu minggu. Kendati demikian, terkait hasil dari obesrvasi tersebut, menurut Nurul adalah kewenangan pihak penyidik.

Nurul mengatakan, jika memang pelaku terbukti mengalami gangguan jiwa, dirinya meminta penyidik untuk merehabilitasi pelaku di RSJ. Namun jika pelaku terbukti bukan ODGJ, pihaknya menyerahkan kepada penyidik untuk melanjutkan perkara tersebut.

"Tetapi jika memang tersangka Sutrisno terbukti gangguan jiwa, maka saya selaku penasehat hukum mohon kepada penyidik untuk menghentikan perkara ini. Selanjutnya saya minta supaya direhabilitasi di rumah sakit jiwa dan tidak melanjutkan perkaranya," katanya.

Pasalnya, menurut Nurul, perkara tersebut hingga saat ini belum dijadikan dakwaan untuk menjalani persidangan.

"Sampai saat ini belum dijadikan sebagai dakwaan untuk disidangkan di pengadilan negeri Tanjung karang," tambah Nurul.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pihaknya menyakini bahwa pelaku benar-benar mengalami gangguan jiwa. Pasalnya menurut Nurul, pelaku kerap kali mengalami kebingungan dan gemetar saat berkomunikasi.

"Tindakan Sutrisno ini yang kami amati seperti sedikit bingung, bicaranya juga tidak lancar, saat ditanya masih agak gemetar," ujarnya

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved