Berita Terkini Nasional
Detik-detik Polwan Ditampar Pendemo Saat Aksi Unjuk Rasa di KPU RI
Terjadi insiden polwan ditampar pendemo saat aksi unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemilihan Umum alias KPU, Menteng Jakarta Pusat Rabu (14/12/2022).
Adapun Aipda Evi menyertakan sejumlah barang bukti dalam laporan polisi itu, mulai hasil visum, rekaman CCTV, serta surat tugas.
Lebih lanjut, Kombes Endra Zulpan mengatakan bahwa penyidik saat ini masih meneliti laporan yang dibuat oleh polwan tersebut.
"Terlapor dilaporkan atas dugaan tindak pidana melawan petugas yang tengah melaksanakan tugas," katanya.
Dikutip dari Kompas.com, laporan teregistrasi dengan nomor LP/B/6379/XII/2022/SPKT/Polda Metro Jaya.
Dalam laporannya, kata Zulpan, Evi melaporkan seorang peserta unjuk rasa sekaligus anggota Partai Prima bernama Ersa Elisa (25), yang saat kejadian sedang berdemonstrasi bersama kader lainnya.
Baca juga: Polwan Cantik Didatangi Pemuda yang Jatuh Cinta hingga Datang Wanita Minta Motor Honda CBR 250
"Laporannya terkait perbuatan melawan petugas yang sedang melaksanakan tugas, disertai penganiayaan dan atau perbuatan tidak menyenangkan," kata Zulpan.
Polwan Aniaya Pacar Adiknya
Kasus lainnya, nasib Polwan Brigadir IDR yang dilaporkan kasus penganiayaan terhadap seorang wanita bernama Riri Aprilia Kartin (27) di Pekanbaru, Riau, kini ditahan di Polda Riau.
Polwan IDR bersama ibunya dilaporkan oleh Riri atas kasus penganiayaan yang mengakibatkan luka lebam di tubuhnya.
Tak hanya itu, Polwan pangkat Brigadir yang bekerja di BNN Riau ini juga diduga membentak Ketua RW hingga meninggal dunia akibat serangan jantung.
Polda Riau sudah menetapkan Brigadir IDR, oknum Polwan dan ibunya Yul sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan seorang warga bernama Riri Aprilia Kartin (27) yang merupakan pacar adiknya sendiri.
Tak hanya itu, polwan ini juga membentak Pak RW. Imbas bentakan itu, Pak RW serangan jantung lalu meninggal dunia.
Diketahui, polwan itu sempat membentak ketua RW yang hendak melerai dirinya.
Hal itu diungkap oleh Riri Aprialia Kartin yang merupakan korban penganiayaan Polwan IDR.
Riri bercerita, ia menjadi korban penganiayaan brutal yang dilakukan kakak dan ibu pacarnya yang juga seorang polisi berinisial R.