Advertorial
Dinas KPTPH Lampung Gelar Bimtek 240 Penyuluh Pertanian untuk Memaksimalkan E-KPB
Pemprov Lampung melalui Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) menggelar bimbingan teknis (bimtek) aplikasi Elektronik
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Advertorial Tribun Lampung
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pemprov Lampung melalui Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) menggelar bimbingan teknis (bimtek) aplikasi Elektronik Kartu Petani Berjaya (E-KPB) bagi 240 orang.
Peserta bimtek tersebut diantaranya dari penyuluh pertanian hingga petugas tim information technology (IT) Dinas KPTPH Kabupaten dan Kota se Lampung.
Suharmoko, tim IT operation E-KPB Dinas KPTPH Provinsi Lampung mengatakan, pihaknya menggelar bimtek bagi ratusan peserta ini dengan harapan para penyuluh dan petugas bisa menjelaskan kepada petani tentang hingga penggunaan E-KPB tersebut.
Penyuluh di daerah ke depannya bisa mengaplikasikan tujuan dari aplikasi E-KPB tersebut.
"Sehingga para petani bisa menjadi jembatan bagi para petani mendapatkan segala kebutuhannya untuk menunjang kegiatan pertanian," kata Tim IT operation E-KPB Dinas KPTPH Provinsi Lampung Suharmoko saat diwawancarai Tribun Lampung, Rabu (25/1/2023).
Suharmoko mengatakan, aplikasi ini sudah ada pembaharuannha, kalau tahun 2022 masih alamat website aplikasi.kartupetaniberjaya.com.
Ia mengatakan, pihaknya tahun 2023 ini telah mengganti alamat website yang harus dikunjungi para petani yakni di https://e-kpb.lampungprov.go.id.
"Layanan aplikasi ini sudah banyak dari aplikasi sebelumnya, diharapkan kepada petani bisa masuk ke laman tersebut dengan bimbingan dari penyuluh," kata Suharmoko.
Ia mengatakan, dalam aplikasi E-KPB yang baru ini ada untuk tempat mengakses permodalan yakni di fitur E-Permodalan.
Dalam fitur tersebut ada akses untuk pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Petani nantinya bisa ambil KUR tanpa petani ke bank dan nanti tahapannya sudah ada di dalam fitur tersebut.
"Beberapa bank yang sudah kerjasama dengan E-KPB yakni diantaranya BNI, BRI, Mandiri, Bank Lampung dan Bank Raya," kata Suharmoko.
Ia mengatakan, termasuk juga ada bantuan dari Dinas Sosial (Disos) juga bisa dilihat dalam layanan tersebut.
Suharmoko mengatakan, petani juga bisa mendapat
layanan Sarana produksi pertanian (Saprotan).
"Bukan saja pupuk bersubsidi saja dan non subsidi juga akan disediakan," kata Suharmoko.
Ia mengatakan, Pemprov Lampung juga melalui E-KPB ini telah memberikan beasiswa kepada para anak Petani Lampung.
"Kalau tahun lalu ada beasiswa di Unila sebanyak 100 mahasiswa dan termasuk Polinela, lalu ada juga asuransi di dalam aplikasi E-KPB tersebut," kata Suharmoko.
"Ada E-Alsintan juga disediakan atau sebagai tempat para petani untuk meminjam mesin pertanian, hingga kami juga sediakan sertifikasi benih," kata Suharmoko.
Suharmoko mengatakan, aplikasi ini juga bisa digunakan untuk penebusan pupuk bersubsidi (puber).
"Bagaimana caranya menebus pupuk MT-1 hingga MT-3 tersebut, dan seperti apa digunakannya," kata Suharmoko.
Ia mengatakan, sejauh ini pemahaman petani terkait E-KPB bahwa tidak semua petani di daerah itu paham dan ada yang 100 persen paham.
"Keinginan kami apa yang disampaikan hari ini bisa terlaksana dilapangan. Jangan sampai apa yang kami sampaikan jangan sampai tidak tersampaikan," kata Suharmoko.
"Petani itu bagaimana caranya bisa menerima pupuk itu dari aplikasi E-KPB ini, dan petani bisa mendapatkan pupuk dengan cukup dan bisa tersampaikannya secara langsung," kata
Penyuluh Menggala Timur, Kabupaten Tulangbawang Murdiani mengatakan, ia belum mengetahui secara gamblang terkait E-KPB.
"Makanya datang dalam bimtek ini harapannya bisa paham terkait aplikasi E-KPB tersebut dan bisa diterapkan kepada petani," kata Murdiani.
"Kami petani kebun yakni singkong, sistem yang dikasih ini akan kita aplikasikan kepada petani," kata Murdiani.
"Saya pegang dua kampung, singkong dan sawit, saya sebagai admin dan penyuluh juga," kata Murdiani
Ia mengatakan, petani sebelum tahun 2023 sangat antusias dengan E-KPB tapi dengan harapannya tahun 2023 ini lebih antusias lagi.
"Wajar karena dulu ada Covid-19, tapi sekarang kan sudah bisa beraktifitas dan harapannya mereka para petani bisa paham dengan E-KPB ini," kata Murdiani.
( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dinas-kptph-provinsi-lampung.jpg)