Berita Terkini Nasional

Nono, Bocah Juara Dunia Matematika Tolak Hadiah Mobil dari Astra

Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay atau Nono (7), juara dunia matematika asal NTT Indonesia, dikabarkan menolak hadiah mobil dari Astra.

Editor: taryono
HO
Juara dunia matematika asal NTT Indonesia Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay atau Nono (7) menjadi perhatian publik. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay atau Nono (7), juara dunia matematika asal NTT Indonesia, dikabarkan menolak hadiah mobil dari PT Astra Internasional Tbk.

Kabar penolakan tersebut disampaikan ibu kandung Nono, Nuryati Ussanak Seran, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu (28/2023) petang.

"Kemarin Nono tolak pemberian oto (mobil) dari Astra untuk Nono," ungkap Nuryati, Sabtu.

Nuryati mengungkapkan, mereka sempat mengunjungi kantor pusat Astra dan diterima oleh Direktur Astra Gita Tiffani Boer serta Ketua Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR) Herawati Prasetyo.

Menurut Nuryati, Nono sempat diminta memilih mobil sebagai hadiah, namun putranya menolak.

"Tapi Nono tolak dan Nono bilang mau menciptakan kereta api cepat dan pesawat tercepat saja," ungkap Nuryati.

Karena menolak hadiah mobil, Nono pun diberi bonus oleh Astra menginap di hotel selama tiga hari dan berjalan-jalan keliling Jakarta.

Nuryati dan putranya sempat mengunjungi beberapa tempat, salah satunya monas.

Sebelumnya, sang ibu juga mengungkapkan bahwa Nono sempat menolak hadiah laptop dari Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim.

Nono memilih mendapatkan beasiswa daripada menerima laptop dari sang menteri.

"Iya, Nono pilih beasiswa dan bola dari Pak Menteri," ungkap Nuryati.

Setelah menghadiri sejumlah undangan di Jakarta dan bertemu dengan Menteri Nadiem, Nuryati mengaku, dia dan Nono akan kembali ke Kupang pada Senin (30/1/2023) pagi.

Nono menerima penghargaan juara 1 kompetisi sempoa dunia. Bocah kelas 2 Sekolah Dasar (SD) asal Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut mendapatkan piala, sertifikat, dan hadiah uang tunai sebesar 200 Dollar AS.

Penghargaan itu diserahkan oleh Juli Agustar Djonli selaku Founder Abacus Brain GYM (ABG) Amerika Serikat.

Prestasi Nono diapresiasi oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

“Walau di luar sana kita masih dianggap provinsi miskin, tapi kita patut berbangga karena bisa melahirkan anak yang sangat berprestasi di kancah internasional, seorang juara dunia dalam diri Nono,” kata Viktor bangga.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved