Berita Lampung
Komunitas di Bandar Lampung Antusias Ikuti Kelas Pintar Resesi Global
Kelas Pintar itu dilaksanakan di Umah Bone, Bandar Lampung, Senin (27/2/2023), dengan tema “Tantangan Menghadapi Resesi, Pengelolaan Modal Produktif
Penulis: Riyo Pratama | Editor: soni
Tribunlampung.co.id,Bandarlampung- Puluhan anggota komunitas di Lampung antusias mengikuti Kelas Pintar resesi global.
Kelas Pintar itu dilaksanakan di Umah Bone, Bandar Lampung, Senin (27/2/2023), dengan tema “Tantangan Menghadapi Resesi, Pengelolaan Modal Produktif Menjadi Solusi.”
Dalam kesempatan tersebut dihadiri tiga narasumber yakni fashion designer asal Lampung Dendy Mashuri yang berhasil mengembangkan lini busananya dengan merek Glamazone, Brand Communications Kredit Pintar Puji Sukaryadi dan Direktur Kredit Pintar Wisely Wijaya.
Dendy memotivasi para peserta lewat ceritanya mengembangkan budaya lokal Lampung tertuang dalam ciri khas desain brandnya.
Hal itu terinspirasi dari motif kain Tapis Lampung, yang merupakan kain tradisional khas masyarakat Lampung.
Ia mulai berkecimpung di dunia fashion pada tahun 2019. Keinginannya saat itu adalah untuk berkarya dan berkreasi dengan mengangkat motif daerah ke dalam produk fesyen.
“Karya yang saya ciptakan merupakan produk fesyen ready to wear, mudah dan ringan dipakai, serta tidak memerlukan perawatan yang sulit,” katanya.
Seiring berjalannya waktu, pesanan semakin banyak, karya rancangan Glamazone pun semakin bervariasi. Mulai dari hijab, kain lilit wanita, sarung pria, dress, kemeja, jas, hingga peci.
“Salah satu keunikan desain Glamazone yaitu dalam satu hijab terdapat dua motif Tapis Lampung yang berbeda dan hingga saat ini kami sudah menghasilkan lebih dari 100 motif hijab,” papar Dendy.
Baca juga: Arinal: Penguatan UMKM Lampung Kunci Hadapi Resesi Global 2023
Baca juga: Pekon Lugusari Pringsewu Resmi jadi Sentra Kerajinan dan Kampung Tapis Lampung
Walaupun permintaan pasar terus bertambah, tak dipungkiri Dendy menghadapi persoalan dalam hal kendala modal. Karena keterbatasan modal tersebut sehingga Ia tidak dapat maksimal dalam memproduksi stok barang. Produk hanya dibuat berdasarkan pesanan saja.
Bicara soal kesulitan dalam hal permodalan juga menjadi perhatian platform pinjaman digital Kredit Pintar yang merupakan Financial Technology (Fintech) yang tengah naik daun.
Puji Sukaryadi mengatakan, isu resesi di Indonesia mencuat sejak tahun lalu, namun masyarakat Indonesia khususnya di Lampung terlihat masih optimis menghadapinya.
"Terlebih lagi dengan dukungan Pemerintah melalui upaya-upaya yang telah dilakukan guna terus menggerakkan perekonomian dalam negeri,” ujar Puji Sukaryadi.
Menurut Puji, optimisme itu dapat dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan IV 2022. Di mana, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi sebesar 5,01 persen (yoy) di tengah tren pertumbuhan ekonomi global yang melambat.
Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan Indonesia secara keseluruhan pada tahun 2022 tercatat 5,31 persen (yoy), jauh meningkat dari capaian tahun sebelumnya sebesar 3,70 persen (yoy).
Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 diperkirakan tetap kuat pada kisaran 4,5-5,3 persen didorong oleh peningkatan permintaan domestik untuk konsumsi rumah tangga dan investasi.
“Kredit Pintar sangat terbuka untuk mendukung produktivitas para pengusaha dengan menyalurkan modal melalui aplikasi Kredit Pintar. Sejauh ini, Kredit Pintar telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp31,9 triliun, di mana sekitar separuh nasabahnya meminjam uang untuk keperluan modal usaha kecil atau pendidikan. Total peminjam sejak berdiri tahun 2017 berjumlah 11,8 juta nasabah," jelasnya.
Ditambahkan Wisely Wijaya, melalui Kelas Pintar Bersama, Kredit Pintar ingin merangkul seluas-luasnya dan mengedukasi komunitas guna meningkatkan literasi keuangan serta pemberdayaan wirausaha.
"Dalam Kelas Pintar Bersama, Kredit Pintar juga mengajak para narasumber untuk berpartisipasi, berbagi kiat, menumbuhkan semangat berwirausaha serta edukasi pengelolaan keuangan dan produktivitas usaha," kata dia.
Sejak 2022 lalu Kredit Pintar secara konsisten mengadakan Kelas Pintar Bersama, hingga ke daerah. Berkat konsistensinya dalam mengkampanyekan literasi keuangan tersebut, baru-baru ini Kredit Pintar dianugerahi penghargaan dari The Iconomics dalam kategori Fintech, dengan title E-Loan dalam ajang Indonesia’s Popular Digital Products (Financial Industry). Tak hanya itu, Kredit Pintar juga mendapatkan apresiasi 2023 Top Brand in Indonesia, kategori Online Financing, dari Frontier Group.
“Kami berharap melalui Kelas Pintar Bersama, ke depannya, kami dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia yang memiliki potensi kewirausahaan lokal untuk mendorong literasi dan inklusivitas serta berupaya mendukung Pemerintah dalam menumbuhkan optimisme menghadapi tantangan resesi, " tutup Wisely.
( Tribunlampung.co.id / Riyo Pratama )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dendy-mashuri-saat-memberi-materi-ke-komunitas-di-bandar-lampung.jpg)