Jamaah Haji Lampung Meninggal
1 Jamaah Haji Lampung Utara Meninggal Dunia Sakit Jantung
Kepala Kemenag Lampung Utara Totong Sunardi mengatakan, jamaah haji meninggal atas nama Zainuddin yang masuk kloter 2 JKG.
Penulis: anung bayuardi | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id, Lampung Utara - Satu jamaah calon haji asal Lampung Utara meninggal dunia di Arab Saudi.
Kepala Kemenag Lampung Utara Totong Sunardi mengatakan, jamaah haji meninggal atas nama Zainuddin yang masuk kloter 2 JKG.
"Hingga saat ini jemaah haji yang meninggal ada dua orang," ujar Kepala Kemenag Lampung Utara, Sabtu (10/6/0223).
Totong mengatakan, jemaah yang meninggal merupakan warga Desa Cahya Negeri, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara.
"Almarhum meninggal Pada Pukul 11.00 Waktu Arab Saudi dengan riwayat penyakit jantung,"katanya.
Meski demikian Totong belum merinci terkait kronologis meninggalnya almarhum Zainuddin.
"Semoga Almarhum Meninggal Dalam Khusnul Khotimah, dan Amal Baiknya diterima Allah SWT"
"Dan kepada Keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran," tukasnya.
Wakapolsek Katibung meninggal
Wakapolsek Katibung, Polres Lampung Selatan Iptu Ilham Masjinda Surya dimakamkan di Madinah sesuai dengan Standard operating procedure (SOP) dan tata cara penguburan di Arab Saudi.
Wakapolsek Katibung, Polres Lampung Selatan, Polda Lampung, Iptu Ilham Masjinda Surya, meninggal dunia karena sakit saat ibadah haji di Arab Saudi.
Diketahui, Wakapolsek Katibung, Polres Lampung Selatan tergabung dalam kloter haji JKG 26 Lampung, regu 10 rombongan 3 dan berangkat dengan istri, pada Jumat (2/62023).
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Lampung Selatan, Marwiyah Amin mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan informasi terkait meninggalnya salah satu jamaah Lampung Selatan.
"Karena kebetulan sektor kami berbeda. Nanti saya konfirmasi dengan ketua kloternya atau nanti masnya bisa konfirmasi langsung dengan ketua kloter Bpk Indra zulqodri ya," kata Marwiyah, Jumat (9/6/2023).
Marwiyah menjelaskan, bagi jamaah yang meninggal di Arab Saudi baik itu Kota Madinah maupun Makkah maka jemaah akan di makamkan di kota asal mereka meninggal dunia, tidak dikembalikan ke Indonesia.
Sementara Ketua Kloter JKG 29 Lampung Selatan Indra Zul Qodri pihaknya belum mendapat informasi mengenai meninggalnya Ilham Masjinda Surya.
Karena kata Indra, setiap kloter punya rute dan perjalanan masing-masing.
Sedangkan kloter JKG 26 yang diikuti oleh Ilham Masjinda Surya mengikuti rombongan jemaah dari Bandar Lampung.
Indra mengatakan seluruh jamaah yang meninggal selama pelaksanaan ibadah haji akan otomatis dimakamkan di tanah suci, entah itu Makkah ataupun di Madinah.
"Pemerintah Arab Saudi sudah memastikan bahwa jenazah akan dikebumikan di tanah suci," ujarnya.
Indra menjelaskan, prosedur pertama yang dilakukan adalah pemeriksaan oleh tim kesehatan untuk memastikan meninggalnya jamaah.
Lalu informasi itu akan disampaikan kepada pemerintah Arab Saudi dan pemerintah Indonesia untuk pengurusan certificate of dead (COD).
COD dibutuhkan untuk pengurusan layanan kematian dari pemerintah Arab Saudi.
Selain itu, COD juga wajib diurus untuk melengkapi keperluan administratif penyelenggaraan haji.
Sebab, COD nantinya akan diserahkan kepada keluarga jamaah yang meninggal sebagai kepastian bahwa jamaah yang bersangkutan betul-betul meninggal.
Adapun untuk pengurusan dan pemakaman jenazah dilakukan oleh otoritas setempat.
"Untuk prosesi salat jenazah, biasanya dilakukan di Masjid Nabawi atau Masjidil Haram. Jadwal salat jenazah biasanya dilakukan setelah jadwal salat wajib dilaksanakan"
"Hal itulah yang dikatakan Rosidin sebagai pemuliaan terhadap jenazah," katanya.
Terkait dengan prosesi pemakaman, Indra menjelaskan, pemakaman dilakukan secara sederhana. Di makam jamaah, nantinya tidak akan diletakkan nisan, melainkan sebuah batu yang dijadikan penanda.
Di Madinah, lokasi pemakaman biasanya terletak di Baqi.
Sedangkan di Makkah, jenazah akan dikuburkan di Soraya.
Dua lokasi tersebut, dikatakan Rosidin merupakan pemakaman umum yang sengaja disediakan oleh pemerintah Arab Saudi bagi jamaah haji yang wafat dalam peribadatan.
Lebih lanjut Indra mengatakan jemaah yang meninggal di tanah suci biasanya dimakamkan di sana, kalaupun ingin dipulangkan harus menunggu ibadah haji selesai.
Tapi, sejauh ini, kata Indra, belum pernah ada jemaah haji yang meninggal dunia dipulangkan ke negara asalnya.
Indra menjelaskan semua biaya pemakaman ditanggung pemerintah Arab Saudi, jadi pihak keluarga tidak dibebankan biaya lagi, sudah termasuk dalam biaya haji.
"Pihak keluarga biasanya hanya dikabarkan saja. Biasanya pihak keluarga terdekat yang pergi bersamanya, istri ataupun anaknya. Lalu, setelah itu dilakukan penguburan"
"Barang-barang korban nanti dibawa pulang ke Indonesia setelah ibadah haji selesai," jelasnya.
( Tribunlampung.co.id / Anung Bayuardi )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/jamaah-haji-di-mekkah_20160908_104345.jpg)