Advertorial
Kondisi Terkini APBN kita
Ditengah dinamika global, pendapatan negara tetap mencatatkan kinerja positif dengan terkumpulnya
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ditengah dinamika global, pendapatan negara tetap mencatatkan kinerja positif dengan terkumpulnya #UangKita sebanyak 49,1 persen dari target. Belanja negara pun telah disalurkan sebesar 32,8 persen dari target untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan menjaga berlangsungnya pemulihan ekonomi.
Diantara pertumbuhan ekonomi global yang beragam, pada Kuartal pertama di 2023, Indonesia berada di antara negara-negara yang pertumbuhan ekonominya kuat, dan dari sisi pertumbuhan konsumsi akan diperkirakan stabil terutama pada saat menjelang masa liburan dan kampanye pemilu 2024.
Sampai dengan 31 Mei 2023, tercatat sudah terkumpul Rp. 1.209,3 T (49,1 persen dari target APBN). Realisasi pendapatan tersebut tersusun dari 3 komponen utama yaitu Rp. 830,3 T dari penerimaan pajak, Rp 260,5 T dari penerimaan negara bukan pajak, dan Rp. 118,4 T dari sektor kepabeanan dan cukai.
Dari sisi penyerapan negara, sejauh ini sudah dilaksanakan penyerapan terhadap APBN sebesar Rp. 1.005 T (32,8 persen dari target APBN) yaitu Rp. 714,6 T untuk belanja pemerintah pusat dan Rp. 290,3 T untuk transfer ke daerah dan dana desa (TKDD).
Angka diatas menandakan bahwa sampai saat ini kita memiliki surplus penerimaan negara sebesar Rp. 204,3 T dibandingkan dengan realisasi belanja negara.
“Kondisi APBN hingga akhir Mei masih mencatatkan surplus untuk total APBN sebesar Rp204,3 triliun. Ini artinya, 0,97 persen dari total produk domestik bruto yang diperkirakan tahun ini,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Senin (26/6/2023).
Terdapat 3 Prioritas pemanfaatan belanja negara yang terdiri dari Kesehatan, Pendidikan, dan Infrasturktur. Sejauh ini penyerapan sektor kesehatan sebesar Rp 53,5 T yang dimanfaatkan untuk :
1. Iuran bagi 96,7 juta peserta PBI JKN
2. Fasilitas dan pembinaan 1000 HPK kepada 1 juta keluarga
3. Pelayanan Kesahatan RS TNI dan Polri
4. Bantuan Operasional Kesehatan untuk 9.970 Puskemas
5. Bantuan Operasional Keluarga Berencana di 6.002 penyuluhan
Untuk Sektor Pendidikan telah diserap Rp. 188,9 T dengan manfaat;
1. Gaji Pengajar
2. Tunjangan Profesi Guru
3. Program Indonesia Pintar untuk 9,6 Juta siswa
4. KIP Kuliah untuk 691,9 ribu mahasiswa
5. Bantuan Operasional Sekolah untuk 47,8 juta siswa
6. Bantuan Operasional PAUD untuk 6,1 juta peserta didik
7. Kartu Prakerja untuk 454,1 ribu peserta
8. Dana Abadi Pendidikan.
Dan yang terakhir, sektor infrasturuktur dengan penyerapan Rp. 93,7 T yang bertujuan untuk :
• Jalan
• Bendungan
• Sistem Penyediaan Air Minum
• Sarana Prasarana Pendidikan
• Fasilitas pembiayaan perumahan untuk 20.245 unti rumah
• Jembatan
• Jaringan irigasi
• Rel KA
• Pelabuhan laut
• Pendanaan pengadaan lahan PSN
( Tribunlampung.co.id / Rilis )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kondisi-apbn.jpg)