Berita Lampung
Komunitas Lam Horas Film Adakan Nobar Film Invisible Hopes
Film ini menceritakan tentang kehidupan narapidana perempuan yang hamil, dan terpaksa melahirkan anak-anaknya dipenjara.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Komunitas Lam Horas Film bersama dengan Produser dan Sutradara Film Invisible Hopes Lamtiar Simorangkir serta Damar Lampung mengadakan nonton bareng (nobar) film Invisible Hopes di CGV Transmart Lampung, Selasa (12/9/2023)
Film ini menceritakan tentang kehidupan narapidana perempuan yang hamil, dan terpaksa melahirkan anak-anaknya dipenjara.
Setelah lahir, anak-anak itu menjalani hidupnya bersama ibunya dan narapidana perempuan lain di penjara.
Selama menjalani hidup di penjara anak-anak itu jadi hidup kurang layak, gizi kurang, dan akses kesehatan yang terbatas.
Saat melihat bagaimana kehidupan anak-anak ini didalam penjara melalui film Invisible Hopes, banyak penonton yang merasa sedih dan menangis.
Ada seorang penonton film Invisible Hopes yang sembari menangis mengatakan dengan pelan, tidak bisa dibayangkan anak-anak sekecil itu harus hidup dipenjara.
Produser sekaligus Sutradara Film Invisible Hopes Lamtiar Simorangkir mengatakan, film Invisible Hopes dibuat oleh Komunitas Lam Horas Film.
Riset film Invisible Hopes dilakukan tahun 2017, syuting dimulai tahun 2018, dan film ini selesai tahun 2021.
Syuting film Invisible Hopes dilakukan di Lapas Pondok Bambu.
"Untuk memperkenalkan film Invisible Hopes kami sudah melakukan roadshow di 17 kota, dan terakhir di Bandar Lampung," kata Lamtiar.
"Kota-kota yang kami pilih untuk roadshow film Invisible Hopes adalah kota dengan jumlah narapidana wanita terbanyak di Indonesia," sambung Lamtiar.
Lamtiar berharap setelah menonton film Invisible Hopes bisa tergerak hati untuk peduli serta membantu anak-anak dan ibu hamil di penjara.
Anak-anak yang lahir di penjara jangan diberikan stigma negatif, karena anak-anak ini tidak memilih dilahirkan dan dibesarkan di penjara.
Lamtiar juga berharap pemerintah bisa lebih peduli dan memperhatikan anak-anak yang lahir dan besar di penjara ini, seperti bagaimana kehidupan mereka, bagaimana masa depan mereka, dan sebagainya.
Jika keluarga tidak bisa atau tidak mau mengambil dan merawat anak-anak ini bagaimana solusinya.
"Saya sendiri sudah membantu beberapa anak masuk ke yayasan agar bisa dirawat disana," ujar Lamtiar.
Direktur Eksekutif Damar Lampung Selly Fitriani mengatakan, Damar Lampung berterima kasih kepada Lam Horas Film atas kerjasamanya mengadakan Nobar Film Invisible Hopes.
Damar Lampung mengajak bergerak dan bersuara untuk memenuhi hak perempuan dan anak. (Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/film-Invisible-Hopes-di-CGV.jpg)