Berita Lampung

Generasi Muda di Lampung Berkolaborasi Guna Cegah Stunting

Sebagai langkah nyata, Farah Nuriza Amelia dan Dwinan Rahmandi diundang dalam acara sosialisasi stunting dan KIE di Pekalongan, Lampung Timur.

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Istimewa
Farah Nuriza Amelia dan Dwinan Rahmadi menghadiri sosialisasi stunting dan KIE di Pekalongan, Lampung Timur, Rabu (18/10/2023). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Generasi muda di Lampung berkolaborasi untuk mencegah stunting.

Sebagai langkah nyata, Farah Nuriza Amelia dan Dwinan Rahmandi diundang dalam acara sosialisasi stunting dan KIE di Pekalongan, Lampung Timur, Rabu (18/10/2023).

Adapun sosialisasi bertema "Merdeka Tanpa Stunting" itu dihadiri ketua tim kerja perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Diana Puspita Dewi, Plt Kepala Dinas P3DALDUK KB Lampung Timur Titin Wahyuni, dan ratusan anak milenial yang dibina oleh Dwinan Rahmadi selaku tuan rumah acara juga tokoh milenial Lampung.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Bidang Anak Jalanan dan Anak Telantar KNPI Provinsi Lampung Farah Nuriza Amelia mengatakan, pencegahan stunting harus segera dilakukan.

"Hal ini karena generasi muda yang produktif dan unggul dapat tercipta jika mereka bebas dari stunting. Pencegahan stunting juga harus mengedukasi generasi muda produktif dan unggul untuk mewujudkan Indonesia Emas pada 2045," kata Farah dalam rilis yang diterima Tribun Lampung, Kamis (19/10/2023).

Bakal calon anggota DPD RI 2024-2029 itu menambahkan, penurunan angka prevalensi stunting sangat penting karena terkait dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainability development goals (SDGS) yang ketiga yaitu kehidupan sehat dan sejahtera.

"Artinya, ketika kita merdeka dari stunting, kita merdeka untuk mencapai kehidupan yang sehat dan mencapai kesejahteraan," ujarnya.

Guna mencapai target 2024, pemerintah terus mendorong keterlibatan generasi muda agar memahami bahaya dan pencegahan stunting

"Pasalnya, generasi mudalah yang kelak akan melahirkan generasi sehat dan bebas stunting," katanya.

"Untuk melahirkan generasi prima di masa depan, pencegahan stunting menjadi keharusan. Pemerintah saat ini terus mengurangi persentase stunting. Penanganan yang serius pada stunting berkorelasi terhadap lahirnya generasi unggul di masa depan," sambung dia.

Dwinan Rahmandi mengatakan, banyak faktor penyebab stunting, salah satunya pemahaman dan perilaku hidup sehat.

"Ternyata yang didapati stunting bukan hanya terjadi pada masyarakat yang tergolong tidak cukup secara sosial ekonomi. Salah satu kendalanya adalah pemahaman dan kemauan kuat untuk menjalankan gaya hidup sehat," katanya.

"Jadi jangan ekonomi tumbuh, atau pariwisata berkembang, namun orang miskin tetap banyak. Itu artinya ekonomi tidak menetes," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved