Berita Lampung

Pesisir Pulau Pahawang Pesawaran Lampung Kembali Ditanami Mangrove

Pelestarian alam berupa penanaman mangrove di Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran tersebut dilaksanakan di Dusun 4 Kalangan.

Tayang:
Pemdes Pulau Pahawang
Puluhan orang melakukan penanaman mangrove di pesisir pantai Pulau Pahawang, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Puluhan orang melakukan penanaman mangrove di pesisir pantai Pulau Pahawang, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.

Kepala Desa Pulau Pahawang, Ahmad Salim mengatakan, penanaman pada Minggu (26/11/2023) diikuti oleh Pokdarwis, Bumdes, Klub Selam Anemon, serta mahasiswa Unila.

Baca juga: Lahan Pulau Pahawang Akan Dilelang, Harga Mulai Rp 8,9 Miliar

Baca juga: Ratusan Orang Ikuti Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Pahawang Pesawaran

Dikatakannya, pelestarian alam berupa penanaman mangrove di Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran tersebut dilaksanakan di Dusun 4 Kalangan.

“Karena 60 persen dari luas mangrove yang ada di Pahawang ada di Dusun 4 Kalangan,” ucap Salim kepada Tribun Lampung.

Dia menjelaskan, saat ini secara keseluruhan luas mangrove di Pulau Pahawang sebesar 120 hektare.

Dengan luasan itu, tentu pemdes harus dengan teliti menjaga dan merawat mangrove di Pulau Pahawang.

Kata Salim, penanaman mangrove tersebut sudah dilakukan beberapa kali di Dusun 4 Kalangan.

Sebab, menurutnya, di tempat tersebut masih terdapat kekosongan sebanyak tiga hektare pada pesisir yang masih perlu untuk ditambahkan dengan mangrove.

“Ya, kami hari ini Alhamdulillah telah menanam sebanyak 800 batang bibit mangrove,” kata Salim.

Pada habitat mangrove yang sudah dalam pengawasan oleh pihaknya, menurut Salim, dengan menambah kembali batang mangrove akan mempertahankan dan menambah ekosistem yang ada di sekitarnya.

“Karena hutan mangrove di Pahawang ini memang dikelola sebagai destinasi wisata berbasis edukasi,” kata dia.

Dia juga menyebut, saat ini hampir tidak ada faktor dari manusia yang menyebabkan kerusakan dari hutan mangrove.

“Kalau dahulu, masih ada penggalian cacing, kalau sekarang sudah dilarang dan tidak ada lagi,” kata dia.

Dengan dilakukan penanaman mangrove di pesisir Pulau Pahawang tentu diharapkan akan mampu menahan abrasi dari ombak pantai.

Serta mampu menjaga eksosistem dan keberlangsungan hidup hewan dan tumbuhan yang ada di dalamnya.

(Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved