Berita Lampung
GAK Empat Kali Erupsi Dalam Sehari, Tertinggi Kolom Abu 1.200 Meter
Erupsi Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan memiliki ketinggian kolom abu mencapai 1.200 meter, yang terjadi pukul 12.15 WIB.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan- Gunung Anak Krakatau (GAK) di Lampung Selatan mengalami empat kali erupsi, Kamis (7/12/2023).
Erupsi Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan memiliki ketinggian kolom abu mencapai 1.200 meter, yang terjadi pukul 12.15 WIB.
Baca juga: GAK Erupsi 90 Kali, Tinggi Kolom Abu Terlihat dari Lampung Selatan 2 Ribu Meter
Baca juga: DPRD Lampung Selatan Gelar PAW 3 Anggota Dewan
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau ( GAK ) Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan Andi Suardi membenarkan saat ini GAK masih terus mengalami erupsi.
"Erupsi pertama pukul 05.52 WIB, lalu pukul 06.00 WIB, pukul 10.12 WIB dan pukul 12.15 WIB," kata Andi.
Lebih lanjut Andi menjelaskan erupsi yang tercatat yakni yang memiliki ketinggi kolom abu diatas 500 meter.
"Erupsi pertama pukul 05.52 WIB. Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1000 m di atas puncak atau kurang lebih 1.157 m di atas permukaan laut," kata Andi.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 35 mm dan durasi 20 detik," sambungnya.
Masih kata Andi, erupsi ke-dua terjadi pukul 06.00 WIB.
Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 500 m di atas puncak atau kurang lebih 657 m di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 9 detik.
Lalu, erupsi ke-tiga terjadi pukul 10.12 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1000 m di atas puncak atau kurang lebih 1157 m di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah utara.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 62 mm dan durasi 27 detik.
Erupsi ke-empat, pada pukul 12.15 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1200 m di atas puncak atau kurang lebih 1357 m di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur laut.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 49 mm dan durasi 73 detik.
Saat ini, kata Andi, Gunung Anak Krakatau masih berstatus level III atau siaga.
Maka dari itu, Ia pun mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif.
(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Gunung-Anak-Krakatau-Erupsi-Lagi-Warga-Diimbau-Tidak-Mendekat-Radius-5-Km.jpg)