Berita Lampung

2 Desa Bertetangga di Pringsewu dan Tanggamus Kerja Sama Kamtibmas dan Penanganan Bencana

Pekon Babakan, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus menjalin kerja sama dengan Pekon Persiapan Kresnomulyo Barat, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pring

Penulis: Dickey Ariftia Abdi | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dokumentasi Pemerintah Pekon Babakan
Pertemuan yang diadakan Pekon Babakan, Tanggamus dan Pekon Persiapan Kresnomulyo, Pringsewu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Tanggamus - Pekon Babakan, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus menjalin kerja sama dengan Pekon Persiapan Kresnomulyo Barat, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu.

Sukman Hadi selaku Kepala Pekon Babakan mengkau sangat berbangga dengan kedatangan Pj Kakon dan aparatur Pekon Persiapan Kresnomulyo Barat. 

Dengan kedatangan Pj Kakon dan aparatur Pekon Persiapan Kresnomulyo Barat bisa menjadi tempat untuk saling mengenal satu sama lain. 

Tambah Sukman Hadi, Pekon Kresnomulyo Barat Pringsewu dan Pekon Babakan Tanggamus merupakan daerah perbatasan.

Pj Kakon Kresnomulyo Barat Agus Purnomo mengatakan, kunjungan yang dilakukan pihaknya untuk melakukan kerja sama antarpekon. 

"Adapun tujuan dari silaturahmi ini adalah untuk melaksanakan penjajagan kerja sama antarpekon yang berlainan kabupaten," kata Sukman Hadi, Kamis (18/1/2024).

Penjajakan kerja sama ini khususnya dalam hal bidang kamtibmas. 

Selain itu, kerja sama yang dilakukan ini dalam hal penanganan bencana pada semua tahapan sesuai UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Tak hanya itu, ia juga berharap adanya kerja sama dalam hal pembangunan wilayah perbatasan serta mitigasi. 

Kemudian, selain bencana alam kerja sama ini juga dilakukan untuk penanggulangan bencana non-alam dan bencana sosial. 

"Dengan pelibatan komunitas dan masyarakat dari kedua wilayah," jelasnya. 

Agus menjelaskan, pada dasarnya dampak bencana tidak mengenal batas wilayah administrasi pemerintahan. 

Dia berpendapat, diperlukan percepatan penanganan bencana yang mampu mengakomodasikan logistik dan peralatan. 

"Selain itu diperlukan juga pelatihan masyarakat sadar bencana dan penggalangan informasi bencana," jelasnya. 

Hal ini dilakukan dengan konsep penanganan bencana secara regional yang dilakukan dalam satu-kesatuan wilayah dampak bencana bulan hanya satu kesatuan wilayah administratif. 

Pertempuran tersebut juga membahas pembentukan Tim Relawan Pekon Tangguh Bencana (Destana).

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Dickey Ariftia Abdi)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved