Berita Lampung

Nenek di Lampung Kaget Temukan Jasad Cucunya di Gudang

Warga Lampung Timur digegerkan dengan penemuan jasad seorang remaja perempuan yang diduga mengakhiri hidupnya  di wilayah Kecamatan Sekampung

Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: soni
Dokumentasi Humas Polres Lampung Timur. 
Polisi menggelar olah TKP di lokasi ditemukannya jasad siswi SMA di Lampung Timur    

Tribunlampung.co.id, Lampung Timur- Warga Lampung Timur digegerkan dengan penemuan jasad seorang remaja perempuan yang diduga mengakhiri hidupnya  di wilayah Kecamatan Sekampung, pada Senin (8/4/2024) lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunlampung.co.id, remaja perempuan yang diduga mengakhiri hidupnya di gudang tersebut merupakan seorang pelajar yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Kapolres Lampung Timur, AKBP M Rizal Muchtar, mengungkapkan, identitas korban ialah EK (18) yang merupakan seorang siswi sekolah menengah atas (SMA) yang juga merupakan warga Kecamatan Sekampung, Lampung Timur.

Ia menjelaskan kronologi penemuan korban yang diduga mengakhiri hidupnya dengan seutas tali.

Saksi yang pertama kali menemukan jasad korban EK merupakan kerabatnya sendiri.

"Peristiwa naas tersebut awalnya diketahui oleh nenek korban," kata Kapolres, Selasa (9/4/2024).

"Nenek korban terkejut saat melihat cucunya, sudah dalam keadaan tergantung di dalam gudang rumahnya, pada Senin (8/4) siang kemarin," tambahnya.

Kapolres menyebut, nenek korban awalnya ingin menuju gudang untuk mengambil barang.

Akan tetapi, lanjut dia, nenek korban dikagetkan saat menemukan cucunya sudah dalam kondisi tergantung di seutas tali.

Setelah itu, nenek korban berinisiatif menurunkan jasad korban.

Nenek korban dibantu oleh suaminya (kakek korban) kemudian menurunkan jasad korban yang sudah tidak bernyawa.

Ia menuturkan, setelah itu pihak keluarga tersebut kemudian melaporkan peristiwa itu kepada aparatur desa setempat.

"Pihak kepolisian Polsek Sekampung, bersama aparatur desa yang menerima informasi terkait peristiwa tersebut, segera meluncur ke lokasi kejadian," tukasnya.

"Korban merupakan pelajar yang aktif dalam berorganisasi, karena diketahui tergabung sebagai salah satu personel Paskibraka dan anggota Saka Bhayangkara," jelasnya.

Atas permohonan pihak keluarga, jasad korban tidak dilakukan autopsi.

Hal ini lantaran jasad korban akan segera dikebumikan.

Korban kemudian dikebumikan di tempat pemakaman umum tempat tinggal korban.

(Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved