Berita Lampung
Pemkab Lampung Barat Disebut Lambat Tangani Bencana
Predikat Kabupaten Tangguh Bencana dianggap tak berbanding lurus dengan penanganan bencana yang dilakukan Pemkab Lampung Barat.
Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Kiki Novilia
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Barat - Predikat Kabupaten Tangguh Bencana dianggap tak berbanding lurus dengan penanganan bencana yang dilakukan Pemkab Lampung Barat.
Pasalnya, Pemkab Lampung Barat disebut lambat dalam menangani bencana yang terjadi di kabupaten berjuluk Negeri di Atas Awan itu.
Hal itu dilontarkan Fraksi Demokrat Lampung Barat dalam penyampaian pandangan umum fraksi terkait Nota Pengantar LPj penggunaan APBD tahun 2023 di Ruang Sidang Maghgasana, Selasa (14/5/2024).
Juru Bicara Fraksi Demokrat Lina Marlina mengatakan, penanganan yang lambat tersebut tentunya menganggu arus mobilitas.
"Penanganan bencana dari tahun ke tahun belum juga kunjung ada perbaikan,” ujarnya.
“Sehingga sering kali memutuskan atau mempersulit transportasi antar daerah," sambungnya.
Terkait lambatnya penanganan bencana itu, ia pun menyinggung beberapa kondisi ruas jalan yang belum tersentuh perbaikan sama sekali.
Yakni di Pekon Sukaraja yang ada di Kecamatan Batu Brak dan Pekon Turgak yang berada di Kecamatan Belalau.
Untuk itu, ia meminta penjelasan dari Pemkab Lampung Barat mengapa penanganan bencana yang dilakukan itu masih lambat.
"Apakah karena sistem demokrasi yang panjang atau ada keengganan dalam penanganan,” sebut Lina Marlina.
“Atau bahkan saling lempar tanggung jawab dalam penanganan," pungkasnya.
Pada momen itu, ia juga mempertanyakan apa inovasi yang dilakukan untuk membangun sektor-sektor UMKM.
Lina mengatakan apakah sektor-sektor UMKM atau usaha lainnya itu dapat meningkatkan PAD Lampung Barat.
Sedangkan yang diketahui, persentasi angkatan kerja tahun 2023 dan angka pengangguran terbuka tak berbanding lurus.
"Kami juga meminta penjelasan seperti partisipasi angkatan kerja tahun 2023 yang mencapai 82,01 persen,” ucapnya.
“Namun di sisi lain angka pengangguran terbuka di Lampung Barat mengalami peningkatan," pungkasnya.
( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / Bobby Zoel Saputra )
| Polisi Buru Rahmat Febriyadi, DPO Kasus Penggelapan Inventaris Kantor Senilai Rp 145 Juta |
|
|---|
| Kenaikan Plastik Tekan Omzet Pedagang Bandrek di Lampung Tengah |
|
|---|
| Kecelakaan Truk Pengangkut Ekskavator di Jati Agung Lampung Selatan Proses Mediasi |
|
|---|
| Plastik Naik Gila-gilaan, Pedagang Gorengan di Punggur Tercekik Biaya |
|
|---|
| Manusia Silver Penganiaya Sopir Travel di Depan Pos Polisi Bandar Lampung Diringkus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Suasana-sidang-di-Ruang-Maghgasana-Selasa-1452024-kemarin.jpg)