Berita Lampung

Diskes Bandar Lampung Tak Miliki Data Pengidap Thalasemia

Dinas Kesehatan (Diskes) Pemkot Bandar Lampung sampai saat ini masih belum memiliki data pengidap thalasemia di Bandar Lampung.

Penulis: Riana Mita Ristanti | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id/Riana Mita Ristanti
Kadiskes Pemkot Bandar Lampung Desti Mega Putri. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Dinas Kesehatan (Diskes) Pemkot Bandar Lampung sampai saat ini masih belum memiliki data pengidap thalasemia di Bandar Lampung.

Pasalnya, Kadiskes Pemkot Bandar Lampung Desti Mega Putri mengatakan, thalasemia belum masuk di program penyakit tidak menular (PTM) Diskes Bandar Lampung.

"Kita tidak mempunyai data thalasemia karena belum masuk di program PTM," kata Desti, Jumat (5/7/2024).

Meski begitu ia menerangkan, orang yang rentang terkena thalasemia di usia 0-18 tahun.

"Dan bisa hidup antara 10 - 20 tahun," ungkapnya.

Akan tetapi ia menyebut, selama hidup penderita thalasemia harus dibantu transfusi darah.

"Transfusi darah rutin dua atau tiga minggu sekali, dan terapi kelasi untuk membuang zat besi yang berlebihan dalam tubuh dengan pemberian obat deferoxamine, deferasirox dan lain-lain. Obatan tersebut diberikan hanya digunakan sesuai indikasi dengan anjuran dokter," paparnya.

Selain transfusi darah, ia menuebut, pengobatan lainnya dapat dilakukan dengan transplantasi sumsum tulang.

"Kalau thalasemia ini penyebabnya kelainan genetik yang  dibawa oleh salah satu atau kedua dari orang tua," jelasnya.

Desti pun mengatakan, adapun tanda thalasemia meliputi anemia, pembesaran organ limpa, muncul warna kekuningan pada bagian kulit atau bagian putih mata.

"Lalu pertumbuhan anak menjadi terhambat dan mudah sakit," jelasnya.

Meski begitu, harus diperlukan skrining atau deteksi dini melalui paket medical check up completed blood count.

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / Riana Mita Ristanti )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved