Berita Terkini Artis

Fuji Ingin Eks Manajernya yang Gelapkan Uang Rp 1,3 Miliar Dihukum Maksimal

Fuji ingin mantan eks manajernya, Batara yang gelapkan uang miliknya Rp 1,3 miliar dihukum maksimal.

Editor: taryono
Instagram
Foto ilustrasi, Fuji. Fuji ingin mantan eks manajernya, Batara yang gelapkan uang miliknya Rp 1,3 miliar dihukum maksimal. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta – Fujianti Utami atau Fuji ingin mantan eks manajernya, Batara yang gelapkan uang miliknya Rp 1,3 miliar dihukum maksimal.

Keinginan Fuji itu disampaikan oleh kuasa hukumnya Sandy Arifin.

Sementara dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (10/9/2024).

Anak Haji Faisal itu tak bisa hadir karena ada kesibukan.

"Fuji juga nggak bisa, lagi sibuk klien kami ada acara keluarga sampai sore, tidak bisa jadi," kata Sandy Arifin.

Namun, Sandy menyebut Fuji akan hadir di persidangan guna memantau jalannya proses hukum.

"Jadi rencana minggu depan, kita sudah sepakat minggu depan. Sidang-sidang berikutnya akan hadir untuk melihat proses hukum yang sedang berjalan," jelasnya.

Sandy mengatakan jika kliennya meminta jaksa atau hakim, agar memberikan hukuman semaksimal mungkin untuk terdakwa.

"Kami meminta kepada pihak yang menyidangkan perkara ini agar terdakwa dihukum semaksimal mungkin. Klien kami meminta dihukum sesuai hukum yang berlaku," jelasnya lagi.

Hingga saat ini, lanjut Sandy, Fuji menolak untuk berdamai dengan Batara.

"Iyalah sudah nggak mungkin damai, sudah disidangkan ya," pungkasnya.

Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan

Mantan manajer Fujianti Utami alias Fuji, Batara Ageng (BA) yang diduga gelapkan uang anak Haji Faisal itu kasusnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan.

Hal itu diungkap oleh  Kuasa hukum Fujianti Utami alias Fuji, Sandy Arifin.

Seperti diketahui, kasus penggelapan oleh eks manajer Fuji, Batara Ageng (BA) kini tengah ditangani kepolisian.

Batara Ageng juga telah ditetapkan sebagai tersangka setelah mengaku membawa kabur uang milik Fuji senilai Rp1,3 miliar.

Sandy Arifin mengatakan, kasus kliennya saat ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan.

Sedangkan pihaknya saat ini tengah menunggu konfirmasi dari jaksa penuntut umum (JPU) mengenai penjadwalan sidang.

"Kasus Fuji itu terakhir sudah dilimpahkan ke kejaksaan, terus kemudian dalam waktu dekat kami menunggu konfirmasi dari jaksa penuntut umum kapan disidangkannya," ujar Sandy Arifin, dikutip dari YouTube Cumicumi, Selasa (3/9/2024).

Disebut Sandy Arifin, bahwa Fuji nantinya juga bakal siap jika diminta hadir di persidangan sebagai korban.

Tak hanya itu, saksi-saki yang mengetahui permasalahan itu juga sudah disiapkan oleh pihak Fuji.

"Yang pasti dari klien kami bila nanti ada panggilan resmi untuk proses persidangan sebagai korban, insyaAllah akan hadir berikut dengan saksi-saksinya," jelas Sandy.

Bahkan ayah Fuji, Haji Faisal rupanya juga bakal mendampingi sang anak di persidangan.

Meskipun tak diminta untuk menjadi saksi dalam kasus Fuji.

"Kemarin Pak Haji juga menyampaikan walaupun tidak diberikan sebagai saksi pun nanti dia akan hadir juga untuk mensupport Fuji dalam laporan yang sedang berjalan," ujarnya.

Kendati begitu, Sandy pun belum mengetahui jadwal pasti untuk persidangan nanti.

Namun menurut Sandy, bahwa sidang tersebut akan digelar pada bulan September 2024 ini.

"Mungkin kurang lebih dalam waktu sekitar kurang lebih ya bulan ini lah."

"Kita tinggal nunggu nanti dalam waktu dekat kami akan menanyakan ke pihak yang berwajib," jelasnya.

Haji Faisal Ngaku Punya Firasat Buruk sejak Awal

Terkiat Fuji yang menjadi korban penggelapan uang oleh mantan manajernya, Haji Faisal rupanya sempat memiliki firasat buruk sejak awal.

Haji Faisal menyebut dirinya tak yakin jika BA merupakan orang yang baik.

"Saya bilang ke anak saya, feeling saya mengatakan kurang, emang kamu yakin dengan orang ini, di mana kamu lihat dia kerja," ungkap Haji Faisal, dikutip dari YouTube Trans TV Official.

Bukan tanpa alasan, Haji Faisal mengatakan BA sejak awal tak mau memperkenalkan dirinya.

Sehingga, Haji Faisal tak sempat untuk menggali latar belakang dari BA.

"Memperkenalkan dirinya aja ke saya nggak mau."

"Artinya tidak diberikan kesempatan saya untuk bertanya-tanya, di situ saya udah feeling," jelas Haji Faisal.

Berbeda pendapat dengan Fuji, kata Haji Faisal, anaknya tersebut justru membela BA.

Fuji pun memilih untuk menerima dan yakin menjadikan BA sebagai manajernya.

"Ya anak saya namanya masih muda ya dia bela, ya sudah "Orangnya bisa kok jadi manajer' yaudah gitu aja," ujarnya.

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / Putri Salamah )

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved