Berita Lampung
HUT Lampung Selatan ke-68, Berikut Penghargaan dan Pencapaiannya
DPRD Lampung Selatan menggelar rapat paripurna HUT Lampung Selatan ke-68, Kamis (14/11/2024). Tak banyak yang hadir.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Kiki Novilia
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Selatan - DPRD Lampung Selatan menggelar rapat paripurna HUT Lampung Selatan ke-68, Kamis (14/11/2024).
Dalam rapat paripurna HUT Lampung Selatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Lampung Selatan Erma Yusneli, Wakil Ketua DPRD 1 Merik Havit, Wakil Ketua DPRD Lampung Selatan 2 A Benny Raharjo, Wakil Ketua 3 Bella Jayanti.
Dari forkopimda, hanya dihadiri Sekdakab Lampung Selatan Thamrin yang mewakili Plt Bupati Lampung Selatan Pandu Kesuma Dewangsa.
Bahkan, kursi Gubernur Lampung dibiarkan kosong.
Anggota dewan yang hadir hanya 31 orang dari total 50 orang.
Sekdakab Lampung Selatan Thamrin dalam sambutannya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kabupaten Lampung Selatan yang ke-68.
Ia meminta kepada peserta sidang yang hadir dan seluruh masyarakat memperingati hari jadi Kabupaten Lampung Selatan.
"Semua keberhasilan yang telah diperoleh akan terus dipertahankan dan ditingkatkan, sedangkan program-program daerah yang belum dicapai, akan menjadi sumber inspirasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, kerja keras dalam mewujudkan pencapaian pembangunan daerah," ujarnya.
"Selama perjalanan waktu selama 68 tahun ini, tentunya tantangan, peluang serta hambatan yang kita hadapi sangatlah komplek dan beragam, walau demikian kita harus tetap optimis dan selalu bertekad untuk maju," sambungnya.
Inilah penghargaan dan pencapain Kabupaten Lampung Selatan di usianya yang ke-68.
Ia menguraikan capaian penghargaan dari berbagai bidang yang telah diperoleh Kabupaten Lampung Selatan pada Tahun 2024 sampai dengan saat ini adalah sebanyak 14 penghargaan.
Baik dari pemerintah pusat maupun penghargaan yang diberikan oleh pemerintah provinsi Lampung sendiri.
"Di bidang kemasyarakatan dan pemberdayaan kita memperoleh penghargaan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Pratama pada 2021 menjadi Madya pada 2022, dan pada 2023 meningkat menjadi Nindya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI.
Di bidang kesehatan pada 2022 telah berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC), yaitu Sistem Penjaminan Kesehatan untuk semua orang, dimana sebanyak 1.023.968 jiwa, atau 100 persen Penduduk Lampung Selatan telah memiliki Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan merupakan Kabupaten pertama di Provinsi Lampung sejak 2022 yang telah mencapai UHC.
Atas hal tersebut Lampung Selatan memperoleh Penghargaan Universal Health Covarage (UHC) Award, yang diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada UHC Award 2023.
Tahun 2024 ini kembali memperoleh Penghargaan yang sama, Universal Health Covarage (UHC), yang diserahkan langsung oleh Presiden Of International Social Security Association, Mohammed Azman.
Selain itu kita juga memperoleh penghargaan sebagai Kabupaten Bebas Frambusia atau bebas dari infeksi bakteri kronis dari Kementerian Kesehatan RI yang diserahkan bertepatan dengan Peringatan Hari NTDs (Neglected Tropical Diseases) sedunia 2024 oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam hal Praktik Baik Percepatan Penanganan Stunting telah mendapatkan apresiasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terkait Inovasi Swasembada Gizi dalam rangka percepatan penurunan stunting.
Prevelensi Stunting selama 9 Tahun mengalami penurunan yang signifikan di mana di Tahun 2013 berada di angka 43 persen turun sebesar 31,3 persendi Tahun 2022 menjadi 9,90 persen.
Di tahun 2023 terdapat 35 desa lokus stunting dan ditargetkan di Tahun 2024 ini Lampung Selatan berada dibawah 5 persen stunting.
Atas capaian kinerja dalam Penanganan Prevalensi Stunting, Kabupaten Lampung Selatan ditetapkan menjadi Kabupaten paling inovatif se-Provinsi Lampung, dan menjadi yang terbaik ke-II dalam aksi konvergensi Percepatan Penurun Stunting Tingkat Provinsi Lampung.
Bahkan sejak Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2024 ini kita telah memperoleh Penghargaan Siger Stunting sebagai Katagori Utama atas Kinerja pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting, dan Penghargaan sebagai Kabupaten Terinovatif dalam pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting Provinsi Lampung, dan kita masuk 3 Besar Nasional dalam keberhasilan penurunan Stunting.
Seluruh apresiasi dan penghargaan tersebut akan terus memacu semangat dan tekad kita semua untuk lebih bekerja keras dalam hal penanganan stunting, sampai Kabupaten Lampung Selatan konsisten mempertahankan zero stunting pada Tahun-Tahun selanjutnya.
Pada Sektor Pariwisata, terhitung sampai pada Bulai Mei 2024 lalu saja tercatat sebanyak 941.667 wisatawan telah mengunjungi Lampung Selatan, dan sangat realistis jika target kita pada Tahun 2024 ini adalah 1 Juta wisatawan berkunjung ke Lampung Selatan.
Lampung Selatan memiliki 8 objek wisata budaya sejarah, 9 objek wisata terpadu, 23 objek wisata alam, dan 42 objek wisata bahari.
Tahun 2024 Lampung Selatan 8 Desa Wisata yang telah dikembangkan, yakni Desa Klawi, Desa Way Kalam, Desa Kunjir, Desa Totoharjo, Desa Srikaton, Desa Sukaraja, Desa Kecapi dan Desa Taman Baru.
Keberhasilan Pemerintah Daerah dalam pembangunan sektor pariwisata telah memperoleh beberapa penghargaan, yaitu Penghargaan Inovasi Gerot Wisata (Gebrak Gotong Royong Terpadu Menuju Wisata Unggulan), dari Tirbun Lampung pada acara Tribun In Collaboration.
Dan yang sangat Prestisius adalah Penghargaan Sebagai Juara II Tingkat Nasional Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 Katagori Desa Wisata Maju, sekaligus memperoleh Penghargaan Rekor Muri kepada Desa Wisata Klawi sebagai Desa Wisata Pertama Yang Memiliki Varietas Buah Alpukat.
Kedua Penghargaan tersebut di serahkan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno disaksikan oleh Ketua Umum Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Jaya Suprana pada Acara ADWI di TMII Jakarta 2023.
Ada beberapa penghargaan hasil dari capaian kinerja Pemerintah Daerah yang kiranya perlu juga saya sampaikan pada momentum ini, yaitu pada tahun 2024 memperoleh penghargaan peringkat I Anugerah Reksa Bandha Katagori Kaloborasi Penilaian Barang Milik Daerah dan Peringkat I Anugerah Reksa Bandha Kategori Lelang Non Eksekusi Wajib yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan RI melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Wilayah Lampung dan Bengkulu.
Selain itu Lampung Selatan juga memperoleh Penghargaan Pembangunan Daerah Sai Bumi Rua Jurai, sebagai Kabupaten Terbaik Katagori Capaian Reformasi Birokrasi Terbaik se-Provinsi Lampung dari Gubernur Lampung Ir Arinal Djunaidi.
Selanjut memperoleh Juara II Katagori SIGA Terbaik Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung dan Penghargaan sebagai Terbaik I Kategori Pencapaian Realisasi Anggaran Dana Alokasi Khusus Bantuan Operasional Keluarga Berencana yang diberikan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung.
Lampung Selatan juga berhasil memperoleh Penghargaan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang diserahkan oleh Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Lampung, Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2024, dan merupakan WTP yang ke-9 secara berturut-turut dari 2016-2024.
Dalam Pekan Raya Lampung Tahun 2024 kita juga memperoleh Penghargaan Juara I Anjungan Terbaik dan Penghargaan Anjungan Favorit dari seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.
Dan terakhir memperoleh Penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI, Ir. Joko Widodo, yang diterima oleh Bupati Lampung Selatan Bapak Nanang Ermanto dan Ketua TP.PKK Kabupaten Lampung Selatan Ibu Winarni Nanang Ermanto.
Pembangunan infrastruktur Jalan Mantap sampai dengan Tahun 2023 ini telah mencapai 69,66 persen atau sekitar 894,897 KM.
Jalan Kabupaten yang sudah di bangun di Tahun 2023 berjumlah 36 Ruas Jalan atau sepanjang 45 KM, dan untuk pembangunan Jalan Lingkungan mencapai 75 Ruas Jalan atau sepanjang 30 KM.
Sedangkan Jumlah jalan Kabupaten yang akan atau sedang di Bangun di Tahun 2024 berjumlah 12 Ruas Jalan atau sepanjang 40 KM dan Jumlah Jalan Lingkungan Yang akan di Bangun berjumlah 7 Ruas Jalan dengan Panjang 4,75 KM.
Pada Tahun 2023 sampai dengan 2024 ini Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Lampung Selatan berada pada 4,91 persen dan tertinggi ke Dua setelah Kota Bandar Lampung dari seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.
Meningkatnya sektor UMKM juga turut andil pada pertumbuhan ekonomi, dimana jumlah UMKM kita di Tahun 2023 sampai Tahun 2024 ini telah mencapai 15.599 UMKM yang tersebar di 17 Kecamatan se-Lampung Selatan.
Perlu juga saya sampaikan, bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita pada Tahun sebelumnya berada pada posisi 69,00 poin dan sampai dengan Tahun 2024 ini menjadi 71,55 poin dengan kategori tinggi di Provinsi Lampung.
IPM kita yang tinggi tentunya akan berpengaruh terhadap indeks angka kemiskinan kita, yang sekarang berada diangka 12,97 persen.
Sehingga angka peningkatan kemiskinan di Kabupaten Lampung Selatan menjadi yang terkecil di Provinsi Lampung yaitu sebesar 0,11 persen.
Menurunnya tingkat kemiskinan berkat upaya-upaya yang telah dilakukan seperti; Penjaminan Biaya Kesehatan, Beasiswa bagi pelajar, Bantuan Sosial serta Pelayanan KB Gratis dan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Tahun 2017 sampai 2024 sebanyak 4.911 RLTH telah tertangani.
Gerakan Sehari Seribu (GESERBU) dan Program Swasembada Rumahku menjadi sangat efektif membantu menurunkan jumlah RTLH dan merupakan salah satu inovasi daerah dalam rangka penanganan RTLH di Kabupaten Lampung Selatan.
Selain itu, Efektivitas Kecamatan Fair dan semarak UMKM yang telah diselenggarakan di 17 Kecamatan telah mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, ini juga turut memberikan andil besar terhadap penurunan tingkat kemiskinan di Lampung Selatan.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )
| Gelapkan Dana Rp12,9 M, Eks GM PT Mitra Mekar Mandiri Dituntut 4 Tahun Penjara |
|
|---|
| Makan Anggaran Rp 94,2 Miliar, Ruas Brabasan-Wiralaga Lampung Pakai Konstruksi Rigid |
|
|---|
| Dua Pencuri Motor di Lampung Sembunyi di Masjid sebelum Dijaring Warga |
|
|---|
| Wali Kota Bandar Lampung Ungkap Drainase Perumahan yang Tak Memadai Jadi Pemicu Banjir |
|
|---|
| Kampus Bukan Tempat Bisnis, Itera Tak Sepakat Kelola SPPG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/HUT-Lampung-Selatan-ke-68.jpg)