Berita Terkini Nasional

Warga Ngeluh Sering Terjadi Kecelakaan di Turunan Silayur Semarang

Warga Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang keluhkan kecelakaan yang terjadi berulang kali di wilayah tersebut. 

Editor: Kiki Novilia
Tribun Jateng/ Iwan Arifianto
Hendrik (pakai rompi) saksi mata sekaligus korban kecelakaan maut di turunan Silayur Semarang, Kamis (21/11/2024). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Warga Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang keluhkan kecelakaan yang terjadi berulang kali di wilayah tersebut. 

Warga di turunan Silayur, Tomo mengatakan, jalur Silayur sering terjadi kecelakaan terutama kejadian truk rem blong.

"Di sini sering terjadi kecelakaan sehingga disebut sebagai jalur tengkorak," katanya, Jumat (22/11/2024).

Melihat seringnya kecelakaan, dia ingin jalur Silayur dibuat jalur penyelamat.

"Saya minta ke wali kota dan gubernur di jalur Silayur setidaknya ada jalur penyelamat supaya masyarakat bisa tenang," katanya.

Selain itu, polisi dan Dinas Perhubungan agar tegas menindak truk yang melanggar aturan jam melintas.

"Aturan dari Pemkot jelas truk tak boleh melintas pada jam sibuk tetapi banyak yang melanggar tanpa ada tindakan tegas dari kepolisian," jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan Rian, penjual di sekitar jalur Silayur. 

Dia yang sudah berjualan di tempat itu sejak tahun 2016  sehingga tahu persis beberapa kejadian kecelakaan maut yang pernah terjadi.

Oleh karena itu, dia ingin aturan pelarangan jam melintas dipertegas. 

"Harusnya setiap pagi ada truk yang melanggar ditilang," bebernya.

Persoalan yang lebih penting lainnya adalah pembuatan jalur penyelamat. 

Rian mengatakan, jalur penyelamat penting untuk alternatif sopir ketika alami rem blong. Soal lahan, beberapa lokasi bisa menjadi alternatif.

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi mengatakan, penanganan arus lalu lintas bagi kendaraan berat di jalur silayur membutuhkan kerjasama lintas sektoral karena berkaitan dengan pergerkaan ekonomi.

"Kami menyarankan truk melintas malam tapi sore masih saja ada yang lewat jadi perlu kerjasama semua pihak dari  industri dan ekspedisi supaya taat aturan," terangnya.

Saksi Mata Trauma

Saksi mata sekaligus korban kecelakaan maut di turunan Silayur Semarang, Hendrik (34) alias Ambon mengaku trauma. 

Di saat kejadian, Hendrik merupakan tukang parkir di depan ruko tempat lokasi kecelakaan sempat meloncat menghindar.

"Saya sedang telpon (depan ruko) tiba-tiba ada truk trailer besar mau nabrak beruntung saya sempat meloncat untuk menghindar," kata Hendrik di lokasi kejadian, Kamis (21/11/2024) malam.

Selepas itu, Hendrik syok karena melihat kerusakan parah akibat truk yang menghajar beberapa kendaraan baik itu truk maupun mobil.

Dia bahkan sempat mendengar korban minta tolong di dekat mobil.

"Korban banyak, tidak sempat ngitung, motor rusak juga banyak. Ada 15-an," bebernya.

Dia juga alami sejumlah luka-luka di antaranya di bagian kaki kirinya karena terkena pecahan kaca.

"Saya trauma maka setelah kejadian pulang ke rumah," ungkapnya.

Imbas kecelakaan tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia. 

Korban pertama adalah Rukoyah (41) warga Beringin RT 3 RW 3 Ngaliyan, Kota Semarang.

Korban kedua yakni Anis Yuliana (30) warga Desa  Sumberarum, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati.

"Korban meninggal dunia dua orang, korban luka-luka masih diidentifikasi," kata Kanit Laka Satlantas Polrestabes Semarang AKP Adji Setiawan.

Polisi masih melakukan pendataan dan olah tempat kejadian perkara.

Dari informasi yang dihimpun Tribun, jumlah korban ada 12 orang.

Adapun 2 korban meninggal dunia dibawa ke rumah sakit Kariadi Semarang, 6 korban di rumah Permata Medika , 3 korban di RS Tugu dan 1 korban dilarikan ke RS Hermina Pandanaran.

Sementara pengamatan di lokasi kejadian, petugas dari Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jateng masih melakukan olah tempat kejadian perkara, mendata kerusakan dan meminta keterangan para saksi.

Dari data sementara, kecelakaan tersebut melibatkan satu truk trailer, satu truk sampah, mobil, dan belasan sepeda motor.

Sementara toko yang alami kerusakan berupa toko servis laptop, lapak cuci motor, lapak es teh jumbo, tempat usaha laundri, penjual martabak, dan penjual jus buah.

Penjelasan polisi

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ngaliyan Kompol Indra Romantika mengungkapkan, kecelakaan beruntun tersebut dipicu oleh truk trailer yang diduga mengalami rem blong.

"Betul (karena truk tronton rem blong). Lokasi di Jalan Prof Hamka, sebelum RS Permata Medika (turunan Silayur)," jelasnya, Kamis.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang AKBP Yunaldi menyampaikan, truk trailer pemicu kecelakaan membawa muatan aki.

Kecelakaan di Ngaliyan ini menimbulkan dua korban jiwa dan tiga orang terluka.

Petugas mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Adhyatma, Kota Semarang.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / TRIBUNNEWS.COM )

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved