Berita Terkini Nasional
Keluarga AKP Ulil Minta AKP Dadang Iskandar Dapat Hukuman Berat
Keluarga mendiang Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Ulil Ryanto Anshari minta Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar dihukum berat.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MAKASSAR - Keluarga mendiang Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Ulil Ryanto Anshari minta Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar dihukum berat.
Menurut paman AKP Ulil, Danial Fery Mangin pelaku AKP Dadang Iskandar terlihat santai dengan merokok dan tanpa diborgol.
Danial menegaskan, keluarga ingin agar keadilan ditegakkan sehingga pelaku diberi hukuman yang berat.
"Pihak keluarga berharap agar keadilan ditegakkan, dan semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini."
"Kami sangat menyesalkan insiden ini. Pelaku harus dihukum berat, jangan dibiarkan begitu saja," kata Danial di rumah duka di Kompleks Antang Jaya, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, pada Sabtu (23/11/2024) dini hari.
Lebih lanjut Danial juga menyoroti sikap AKP Dadang yang masih tampak santai usai melakukan penembakan pada AKP Ulil.
Untuk itu Danial ingin agar Polri bisa mengungkap kasus ini hingga ke akar-akarnya.
"Karena kami melihat sendiri bahwa pelaku seperti santai-santai saja. Hendaknya pihak kepolisian mengungkap kasus ini sampai ke akar-akarnya," terang Danial.
Danial menambahkan, selama ini ia mengenal AKP Ulil sebagai sosok yang baik.
Bahkan menurut Danial, keponakannya itu adalah polisi yang berprestasi.
Semasa hidupnya, AKP Ulil disebut selalu berani dalam membongkar kasus-kasus.
"Buktinya, dia berani membongkar kasus-kasus. Memang ciri khasnya, dia lahir dan besar di Makassar, berani dan jujur," imbuh Danial.
AKP Dadang Tampak Santai Merokok saat Diperiksa usai Tembak Mati AKP Ulil Ryanto
Kabag Ops Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), AKP Dadang Iskandar menjalani pemeriksaan setelah menembak mati Kasatreskrim Polres Solok Selatan, AKP Ulil Ryanto.
Namun, saat pemeriksaan itu, AKP Dadang tampak santai duduk di kursi sambil diinterogasi oleh penyidik dan anggota Propam Polda Sumbar.
Dari video beredar, bahkan, AKP Dadang tampak pula memegang sebatang rokok di tangannya dan tidak terlihat diborgol.
Menanggapi hal tersebut, Polda Sumbar membantah mengistimewakan AKP Dadang.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Dwi Sulistiawan mengatakan, hal itu dilakukan karena merupakan bentuk strategi kepolisian untuk mengumpulkan keterangan.
Apalagi, AKP Dadang disebut tengah mengalami gangguan mental.
Cara demikian dilakukan, kata Kombes Dwi, bertujuan agar pelaku mau terbuka saat memberi keterangan.
"Kita saat ini menghadapi anggota yang sedang gangguan mental begitu, sehingga kalau kita nanti pakai dengan kekerasan tentu dia nanti enggak akan terbuka."
"Jadi kita baik baikin supaya dia terus terang bicaranya begitu," kata Kombes Dwi saat dihubungi Tribunnews, Jumat (22/11/2024).
Kombes Dwi menegaskan lagi, pihaknya memperlakukan AKP Dadang dengan baik agar dia bisa jujur apa yang sudah ia perbuat.
"Jadi, terkait foto foto yang beredar itu ya itu pada saat pemeriksaan ya itu upaya upaya supaya pelaku ini mengaku, benar-benar terbuka, jadi ya kita baik-baikin dulu begitu lah kira-kira," jelasnya.
Kombes Dwi pun memastikan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi, baik etik maupun pidana untuk AKP Dadang.
"Kapolda kan sudah jelas, seminggu mau di PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat)," ucapnya.
(Tribunlampung.co.id/Tribunnews.com)
| Gigitan Anjing Liar Teror Warga Buleleng, 18 Orang Jadi Korban |
|
|---|
| Modus Seorang Pegawai Bank BUMN Korupsi Dana Kredit Usaha Mikro Miliar Rupiah |
|
|---|
| KA Argo Bromo Tabrak KRL, 14 Orang Tewas dan 84 Luka-luka |
|
|---|
| Pesan Terakhir Bu Ela Sebelum Tewas dalam Kecelakaan KRL di Bekasi Timur |
|
|---|
| Buruh Harian Lepas Tewas Ditikam Saat Pergoki Pencuri Motor di Pasar 9/10 Ulu Palembang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Usai-Tembak-Mati-Rekannya-AKP-Dadang-Juga-Tembaki-Rumah-Kapolres-Solok-Selatan.jpg)