Berita Lampung

27 Pengprov Pelti Se-Indonesia Dukung Munaslub

Sebanyak 27 Pengprov Pelti Se-Indonesia menyatakan dukungannya terhadap wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) PP Pelti.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Daniel Tri Hardanto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunnews
Ketua Umum PP Pelti Nurdin Halid. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sebanyak 27 Pengprov Pelti Se-Indonesia menyatakan dukungannya terhadap wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) PP Pelti.

Wacana itu disampaikan Forum Komunikasi Lintas Pengprov Pelti guna mengatasi krisis kepemimpinan dan tata kelola organisasi dalam tubuh PP Pelti yang dipimpin Nurdin Halid.

Dalam hal ini, Forkom Lintas Pengprov Pelti menginginkan digelarnya Munaslub untuk mencari sosok Ketua Umum PP Pelti yang baru.

Seruan ini disampaikan menyusul hasil rapat konsolidasi yang dihadiri oleh perwakilan dari 23 Pengprov Pelti se-Indonesia pada 27-28 Desember 2024 lalu di Jakarta.

Rapat itu dipimpin oleh Mustafa selaku perwakilan dari Pelti Sulawesi Tengah, Rahmadin (NTB), dan Taufan (Aceh).

Dalam rapat tersebut, Forkom Lintas Pengprov Pelti menyampaikan beberapa poin penting. 

Salah satu di antaranya adalah ketidakpuasan terhadap kepemimpinan PP Pelti saat ini.

Banyak Pengprov Pelti menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua Umum Nurdin Halid dan Sekretaris Jenderal Andi Fajar Asti. 

Kebijakan yang dinilai tidak demokratis, seperti pembekuan Pengprov Pelti tanpa prosedur jelas dan pengangkatan pelaksana tugas tanpa mencabut SK sebelumnya telah menimbulkan dualisme kepengurusan dan konflik di berbagai daerah.

Selain itu, kebijakan PP Pelti dianggap tidak transparan, tidak akuntabel, dan bertentangan dengan prinsip demokrasi. 

Hal ini menghambat pengembangan cabang olahraga tenis di tingkat daerah dan nasional.

Pada akhirnya, Forkom Lintas Pengprov Pelti mendesak Ketua Umum PP Pelti untuk segera mengundurkan diri. 

Pihaknya menyerukan Munaslub sebagai langkah untuk memilih ketua umum baru yang lebih kompeten dan berintegritas.

Rapat ini juga menghasilkan keputusan pembentukan Forkom Lintas Pengprov Pelti sebagai wadah komunikasi dan koordinasi. 

Forum ini bertujuan mencari solusi strategis guna mengatasi permasalahan internal Pelti dan mencegah konflik lebih lanjut.

“Olahraga tenis harus menjadi alat pemersatu bangsa, bukan medan konflik internal. Kami berharap munaslub dapat menjadi titik balik untuk memulihkan keharmonisan dan mendorong pembinaan atlet tenis yang lebih baik,” ujar Rudi Basuki, koordinator Forkom Lintas Pengprov Pelti.

Dikatakannya, Forkom Lintas Pengprov Pelti berharap dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk mempercepat pelaksanaan Munaslub Pelti demi kemajuan tenis nasional.

Taufan, perwakilan dari Aceh, menyebutkan, rapat tersebut dihadiri oleh 23 Pengprov Pelti se-Indonesia. 

Namun, kata dia, ada 27 Pengprov Pelti yang menyatakan dukungannya terhadap gerakan ini.

“Total ada 34 Pengprov Pelti di Indonesia. Sedangkan yang sudah menyatakan dukungan ada 27 Pengprov. Namun, hanya 23 Pengprov yang bisa hadir (rapat di Jakarta),” kata Taufan saat dikonfirmasi Tribunlampung.co.id, Rabu (1/1/2025). 

Dia menjelaskan, gerakan ini bertujuan agar ada perubahan dan perbaikan ke arah yang lebih baik, sehingga pembinaan olahraga tenis di Indonesia bisa berjalan sebagaimana semestinya.

Selain itu, terus Taufan, kepemimpinan PP Pelti saat ini terkesan sarat muatan politis.

“Sebagai ketua umum, seharusnya NH (Nurdin Halid) membuka ruang komunikasi kepada Pengprov-Pengprov. Tapi faktanya tidak demikian,” imbuhnya.

(Tribunlampung.co.id/Daniel Tri Hardanto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved