Berita Terkini Nasional
Pergoki Istri Berduaan dengan Pria Lain, Suami Pukul Sang Selingkuhan hingga Tewas
Pergoki istrinya berduaan dengan pria lain dalam rumah, suami di Langkat, Sumatera Utara, spontan pukul sang selingkuhan pakai botol hingga tewas.
Tribunlampung.co.id, Langkat - Pergoki istrinya berduaan dengan pria lain dalam rumah, suami di Langkat, Sumatera Utara, spontan pukul sang selingkuhan pakai botol hingga tewas di tempat.
Insiden pembunuhan yang dilakukan pria berinisial D (38) itu terhadap selingkuhan istrinya, Sujarwo, terjadi di Dusun VI Bukit Payung 1, Desa Kwala Besilam, Kabupaten Padang Tualang, Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (1/2/2025).
Awal mula pembunuhan tersebut terjadi setelah pelaku mendapatkan informasi bahwa istrinya, IS (33), sedang berduaan dengan pria bernama Sujarwo di dalam rumah mereka.
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Langkat, AKP Rajendra Kusuma, pelaku yang emosi langsung pulang ke rumah dan mendobrak pintu belakang.
Tanpa pikir panjang, pelaku menghantam kepala korban dengan botol bir hijau, menyebabkan korban tewas seketika dengan darah mengucur dari hidung, mulut, dan telinga.
Pelarian Pelaku
Setelah melakukan aksi brutal tersebut, D melarikan diri.
Mendapat laporan mengenai kejadian ini, Kapolsek Padang Tualang segera memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan.
Polisi berhasil melacak jejak pelaku yang mengarah ke Kabupaten Kampar, Riau.
Setelah melakukan pemetaan dan identifikasi lokasi, personel kepolisian bergerak cepat menuju lokasi persembunyian pelaku pada 3 Februari 2025 sekitar pukul 01.00 WIB.
Pada Selasa, 4 Februari 2025, sekitar pukul 18.00 WIB, polisi tiba di Kecamatan Kampar Kiri Hilir dan melakukan pencarian intensif.
Sekitar pukul 19.00 WIB, pelaku terlihat sedang duduk di sebuah warung pinggir jalan di Dusun Sei Merbau, Desa Penghidupan, Kampar Kiri Hilir.
"Personel langsung melakukan penangkapan."
"Saat diinterogasi, pelaku mengakui semua perbuatannya."
"Ia mengaku melakukan pembunuhan karena marah dan sakit hati setelah mengetahui istrinya berselingkuh dengan korban," tambah Rajendra.
Setelah berhasil ditangkap, pelaku D dibawa ke Polsek Padang Tualang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
BERITA LAIN: Sertifikat Tanah Diduga Jadi Pemicu Sunardi Bunuh Istri Sahnya 2 Tahun Lalu
Insiden pembunuhan viral terjadi di Bekasi, Jawa Barat.
Sertifikat tanah diduga jadi pemicu Sunardi (44) membunuh istri sahnya, Almaida (51), dan memasukkan jasad korban ke dalam septic tank.
Diketahui, kasus pembunuhan Almaida terjadi pada November 2022 baru terungkap pada Rabu (5/2/2025). Almaida dibunuh suaminya, Sunardi di dalam rumah di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Jasad dimasukkan ke septic tank dan tersangka menyembunyikan kematian korban selama dua tahun lebih.
Kasus pembunuhan Almaida terbongkar setelah warga menemukan jasad wanita penagih utang bernama Sri Pujiyanti (23) di rumah Sunardi, Selasa (4/2/2025).
Terungkap Sunardi membunuh Almaida dan Sri Pujiyanti dengan cara yang sama yakni mencekik leher menggunakan kain.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Mustofa, mengatakan Sunardi dan Almaida sempat berselisih masalah sertifikat tanah.
“Pelaku ini sempat meminjam sertifikat tanah yang saat itu atas nama istrinya dan dijaminkan di salah satu bank sebesar Rp 50 juta,” bebernya, Rabu (5/2/2025).
Kombes Mustofa menambahkan korban memberikan sertifikat rumah lantaran Sunardi ingin membuka usaha.
Namun, sertifikat tanah digadaikan Sunardi untuk berfoya-foya dan berjudi.
Sunardi terpancing emosinya saat korban menagih sertifikat tanah hingga melakukan pembunuhan.
“Karena tersangka ini didesak terus oleh istrinya agar sertifikat itu dibalik nama atas nama anaknya, dia kebingungan,” lanjutnya.
Hal senada diungkapkan anak kandung korban, Edi Rianto, yang tak senang dengan sifat Sunardi yang sering berjudi.
Bahkan, Sunardi sering meminta uang ke korban untuk membeli minuman keras.
"Minta uang bilangnya buat usaha tapi habis buat main judi," ucap Edi.
Menurut Edi, Sunardi tempramental dan sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
"Emang dia (pelaku) itu suka KDRT. Itu sejak KDRT saya tinggal sama ibu. Pernah saya usir, ditemuin lagi. Saya pikir ini orang enggak baik," tukasnya.
Sunardi Sembunyikan Kematian Istri
Edi Rianto, berulang kali menanyakan keberadaan ibunya ke Sunardi namun tak ada respon.
Edi menceritakan ibunya pergi ke rumah Sunardi di Bekasi tiga tahun lalu dan tak ada kabar.
Kecurigaan Edi semakin menguat saat menerima pesan SMS yang berisi permintaan untuk tidak mencari keberadaan ibunya.
Baca juga: Pesan Terakhir Almaidah, Istri Pembunuh Penagih Utang di Bekasi yang Jasadnya Dikubur di Septic Tank
"Iya, dibilang saya jangan nyari karena lagi jauh," ucapnya.
Ia kemudian membuat laporan orang hilang ke Polsek Serang Baru.
Namun, polisi tak menemukan keberadaan Almaida sehingga Edi berinisiatif mendatangi rumah Sunardi.
Di sana, Edi diusir istri pertama Sunardi yang mengaku tak mengetahui keberadaan korban.
"Ya sama istri (diusir). Saya minta info dia ke mana gitu. Karena baju-baju dia (korban) masih ada di sini, sama dokumen saya," bebernya.
Kasus kematian Almaida menemui titik terang setelah Sunardi ditangkap atas kasus pembunuhan Sri Pujiyanti.
Saat diperiksa, Sunardi mengaku telah membunuh Almaida dan membuang jasadnya ke septic tank.
Batal Masukkan ke Saptic Tank
Pelaku pembunuhan terhadap penagih utang keliling sempat menyimpan jasad korban dalam lemari lantaran panik karena sudah membunuh.
Diketahui, insiden pembunuhan terhadap pegawai bank penagih utang keliling, terjadi tepatnya di Desa Sindangmulya, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (4/2/2025) dini hari.
Pelaku diketahui bernama Sunardi (43) warga Kampung Cikoronjo, Desa Sindangmulya, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sementara korbannya yakni Sri Pujayanti (22).
Sunardi, seorang kuli di kawasan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat berencana memasukkan jasad SP, penagih utang usai membunuhnya.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Mustofa mengatakan rencana itu timbul karena dia panik setelah korban tidak bernyawa.
Sehingga, dia hendak membuang jasad korban di tempat ia membuang jasad istrinya bernama Almaidah.
"Jadi dia panik dengan kejadian ini. Sebenernya dia juga pengen masukin korban S ini ke septic tank," kata Mustofa kepada wartawan, Kamis (6/2/2025).
Namun, aksinya tersebut gagal lantaran saat itu kerabat korban mencari ke rumah pelaku karena tidak kunjung pulang.
"Namun belum sempat dimasukkan ke sana (septic tank), karena ada saudara yang mencari."
"Jadi sementara dia taruh (jasad korban) di bawah spring bed," tuturnya.
Untuk informasi, Seorang perempuan insial SP menjadi korban penganiayaan hingga tewas di Kampung Cikoronjo RT.001/005 Desa Sindang Mulya Kecamatan Cibarusah. Kabupaten Bekasi, Senin (3/2/2025).
Nahasnya korban ditemukan di dalam lemari terbungkus sprei yang diduga dibunuh oleh tersangka S.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan sebanyak tiga saksi telah dimintai keterangannya perihal kasus ini.
Menurut keterangan dari saksi bahwa korban awalnya hendak menagih utang ke pelaku.
“Korban datang menagih utang pinjaman kemudian pelaku mencekik korban ketika korban berbalik badan kemudian ditaruh di lemari,” ucap Ade kepada wartawan, Rabu (5/2/2025).
Saksi mencari korban karena tidak kunjung pulang.
Diketahui korban sudah meninggal dunia kemudian pelaku sempat melarikan diri namun berhasil diamankan Polsek Cibarusah.
Kasat Reskrim Polres Bekasi Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar menuturkan bahwa korban merupakan pegawai koperasi.
Korban dibunuh karena kesal ditagih utangnya sedangkan pelaku tidak bisa membayar.
“Jumlah utangnya Rp 3 juta,” ucap Onkoseno.
( Tribunlampung.co.id / Tribun-Medan.com / Tribunnews.com )
| Gagal Nyalip, Pelajar Putri Tewas Ditabrak Pikap, Alami Luka Berat di Kepala |
|
|---|
| 2 Pemotor Tertabrak Pikap di Lumajang, 1 Meninggal Alami Luka Berat di Kepala |
|
|---|
| Pariwara Antikorupsi 2026: Melawan Korupsi Lewat Cerita dan Kreativitas Daerah |
|
|---|
| Telepon Misterius Jadi Awal Rizal 'Punya' Ferrari Rp4,2 Miliar, Sempat Tolak Rp5 Juta |
|
|---|
| 'Syuting' Konten Terlarang, Pasangan Ini Digerebek Polisi, Ditemukan 40 Video Asusila |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Pelaku-pencurian-HP-dan-uang-diborgol-polisi3.jpg)