Berita Terkini Nasional
Pihak SMAN 6 Depok Mengaku Khilaf setelah Kepseknya Dicopot Dedi Mulyadi
Pencopotan kepala SMAN 6 Depok tersebut imbas tidak memperhatikan permintaan Dedi Mulyadi agar tidak memberangkatkan murid study tour.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jawa Barat - Pihak SMAN 6 Depok mengaku khilaf setelah kepala sekolah dicopot Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Pencopotan kepala SMAN 6 Depok tersebut imbas tidak memperhatikan permintaan Dedi Mulyadi agar tidak memberangkatkan murid study tour.
Dedi Mulyadi sempat mengimbau SMAN 6 Depok tidak memberangkatkan siswa study tour ke luar provinsi.
Namun SMA N 6 Depok ngotot memberangkatkan study tour.
Dedy Mulyadi mencopot kepala SMAN 6 Depok di hari pertama kerja sebagai Gubernur Jawa Barat, Kamis (20/2/2025).
Ujungnya SMAN 6 Depok meminta maaf kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkait study tour yang berujung pada pencopotan kepala sekolah berinisial SF dari jabatannya.
Pihak sekolah mengaku salah menafsirkan imbauan dari Gubernur Jawa Barat.
Mewakili sekolah, Humas SMAN 6 Depok, Syahri Ramadhan meminta maaf kepada Dedi.
"Sekali lagi Bapak mohon arahannya dan kami juga mohon maaf atas segala kekhilafan kami."
"Karena pada saat itu kami menginterpretasikan kata-kata himbauan adalah sebagai bukan larangan," katanya saat ditemui di SMAN 6 Depok, Jumat (21/2/2025), dilansir Wartakotalive.com.
Lebih lagi, Syahri menjelaskan alasan SMAN 6 Depok tetap mengadakan study tour ke Jawa Timur.
Menurutnya, kegiatan itu dilakukan atas kesepakatan dari pihak sekolah dan wali murid.
Selain itu, penyelenggara juga sudah terikat MoU dengan pihak travel.
"Pada saat itu pertimbangannya adalah H-1 dimana kita sudah membayarkan pembiayaan-pembiayaan dan sebagainya ke pihak travel selaku penyelenggara perjalanannya," ungkapnya.
"Itu ada satu klausa MoU ketika kita membatalkan kegiatan tersebut di rentang waktu kurang dari satu hari misalnya, maka pembiayaan itu yang sudah dibayarkan hanya dikembalikan 25 persen," lanjutnya.
Jika study tour itu dibatalkan, pihak sekolah khawatir akan menimbulkan polemik bagi orang tua siswa karena uang yang dibayarkan tidak dapat kembali utuh.
"Nah itu kan berpotensi menjadi polemik, pasti orang tua murid yang sudah bayar kok kita enggak jadi, tapi dikembalikan uangnya segini, itulah pertimbangannya," jelasnya.
Di sisi lain, pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat terkait hal tersebut.
Syahri menjelaskan, pihaknya bersurat mengenai klarifikasi kronologi persiapan Kunjungan Objek Belajar (KOB) yang telah dirancang sejak akhir tahun lalu.
Sementara pemilihan Surabaya dan Malang sebagai destinasi study tour juga diklaim telah berlandaskan survei permintaan siswa.
"Kami tahu persis nih minat anak-anak melanjutkan studi ke mana, rata-rata larinya ke sana (Jawa Timur)," terangnya.
Ditambah lagi, pihak sekolah telah membuat kontrak kerja sama terkait kunjungan akademik dengan empat perguruan tinggi negeri (PTN) di dua kota tersebut.
"MoU kita adalah universitas-universitas di sana," tandasnya.
Pemilihan kunjungan kampus di wilayah Jawa Timur juga disebut telah mempertimbangkan tingkat persaingan siswa untuk kelak mendaftar PTN.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mencopot Kepala SMAN 6 Depok buntut tetap memberangkatkan siswanya pergi study tour ke Jawa Timur.
Sebanyak 347 siswa SMAN 6 Depok 'ngeyel' berangkat menuju Surabaya, dalam rangka KOB selama delapan hari.
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi langsung mengambil tindakan tegas.
Di hari pertamanya bekerja sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi meneken penonaktifan Kepala SMAN 6 Depok.
"Saya langsung kerja, hari ini juga langsung kerja. Hari ini sudah ada keputusan tentang penonaktifan Kepala SMAN 6 Depok."
"Karena dia melanggar surat edaran gubernur yang tidak boleh siswanya bepergian ke luar provinsi," kata Dedi di Istana, Jakarta, Kamis (20/2/2025), dilansir Kompas.com.
Pihaknya pun menelusuri apakah ada pungutan liar di SMAN 6 Depok kepada para siswanya.
"Hari ini juga sudah diperintahkan inspektur untuk memeriksa apakah sekolah itu ada pungutan-pungutan di luar ketentuan atau tidak," ungkapnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Detik-detik Angga Habisi Nyawa Ibu Mertua, Korban Hendak Tunaikan Salat Ashar |
|
|---|
| Pengakuan Angga Seusai Bunuh Ibu Mertua, Pelariannya Berakhir di Lubuklinggau |
|
|---|
| Santriwati Hamil Tanpa Berhubungan dengan Lelaki, Keluarga Anggap Ujian Hidup |
|
|---|
| Kebrutalan Angga Terhadap Ibu Mertuanya hanya Gara-gara Masalah Sepele |
|
|---|
| Spion Mobil Pembawa Petaka, Gigi Kakek SW Copot Seusai Dihajar Oknum Brimob |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Dicopot-Gubernur-dari-Jabatannya-Kepala-SMAN-6-Depok-Tetap-Datang-ke-Sekolah.jpg)