Berita Terkini Nasional

Kakek Idap Stroke Tewas Terbakar di Kediri

Suhadi (65) jadi korban tewas kebakaran rumahnya sendiri di Desa Papar, Kabupaten Kediri,  pada Senin (10/3/2025) dini hari.

Editor: taryono
TribunKediri.com/Istimewa
KAKEK TEWAS TERBAKAR - Petugas saat mengevakuasi pria lanjut usia di Desa/Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, ditemukan tewas setelah kamar tidurnya terbakar pada Senin (10/3/2025) dini hari. Diduga, kebakaran ini dipicu oleh obat nyamuk bakar yang diletakkan terlalu dekat dengan kasur. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KEDIRI -  Suhadi (65) jadi korban tewas kebakaran rumahnya sendiri di Desa Papar, Kabupaten Kediri,  pada Senin (10/3/2025) dini hari.

Saat kejadian, korban yang mengidap penyakit stroke sedang tidur di kamarnya.

Kebakaran diduga disebabkan oleh obat nyamuk bakar yang diletakkan terlalu dekat dengan kasur.

"Kami menerima laporan kebakaran dan segera menuju lokasi. Setelah dilakukan pemeriksaan, benar ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," ungkap Kapolsek Papar, Iptu Djuri Winarto.

Kejadian ini diketahui saat anak korban terbangun untuk membangunkan keluarga sahur.

Ia melihat kepulan asap tebal di ruang tamu dan segera membangunkan anggota keluarga lainnya.

Setelah mencari sumber asap, mereka menemukan bahwa api berasal dari kamar tidur Suhadi.

"Ketika pintu kamar dibuka, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di atas kasur yang terbakar," jelasnya.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian segera membantu memadamkan api dengan air, namun sayangnya korban tidak dapat diselamatkan.

Tim Inafis Polres Kediri dan tenaga medis dari Puskesmas Papar melakukan pemeriksaan dan memastikan bahwa korban mengalami luka bakar tanpa tanda-tanda kekerasan.

Penyebab Kebakaran
 
Keluarga korban menjelaskan bahwa Suhadi memiliki kebiasaan menyalakan obat nyamuk bakar di meja kecil dekat tempat tidurnya setiap pukul 18.30 WIB.

Dugaan sementara menyatakan bahwa obat nyamuk tersebut tersenggol dan jatuh ke kasur berbahan kapas, sehingga api cepat menyebar.

Selain itu, Suhadi diketahui mengidap penyakit stroke, sehingga saat kebakaran terjadi, ia diduga tidak mampu bergerak atau meminta pertolongan.

Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan.

Iptu Djuri juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menempatkan benda yang berpotensi menimbulkan kebakaran, termasuk obat nyamuk bakar.

"Pastikan diletakkan di tempat yang aman agar tidak terjadi peristiwa serupa," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved