Berita Terkini Nasional

2 Perempuan Tewas Tertabrak Kereta Api di Lamongan

Dua ibu meninggal dunia tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk.

Editor: taryono
TribunJatim Network/Hanif Manshuri
TERTABRAK KERETA API - Terjadi kecelakaan maut di Lamongan, yang melibatkan kereta api dan sepeda motor, Sabtu (5/4/2025).Dua emak-emak tewas seketika tertabrak kereta api saat menyelonong di perlintasan tanpa palang pintu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jawa Timur - Dua ibu meninggal dunia tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (5/4/2025) sekitar pukul 07.45 WIB.

Saat kejadian, keduanya berboncengan sepeda motor pulang dari pasar dan melintas tanpa melihat kanan kiri.

Kedua korban meningga yaitu Lina (32) dan Yayuk (35).

Kereta Api Harina yang menabrak sepeda motor emak-emak itu melaju kencang dari arah barat.

Menurut saksi mata, Wahyudi, kemungkinan korban tidak sadar jika kereta api sudah dekat meski suaranya kencang.

“Mungkin mereka kurang waspada. Nggak sadar kalau kereta sudah dekat. Suaranya kencang, tapi mereka tetap nyelonong,” ujar Wahyudi dengan mata berkaca-kaca.

Kereta Api Harina relasi Bandung–Surabaya Pasarturi itu tidak sempat berhenti.

Tabrakan keras tak terhindarkan.

Tubuh korban terpental beberapa meter dan meninggal dunia seketika. Sepeda motor rusak parah, bahkan nyaris tak dikenali bentuknya.

Warga sekitar langsung berkerumun, sebagian menghubungi pihak berwajib.

Petugas dari Polsek Pucuk dan tim medis segera datang untuk mengevakuasi korban ke RS Muhammadiyah Lamongan.

Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa perjalanan KA sempat dihentikan sementara.

"KA Harina berhenti luar biasa (BLB) di KM 17+300 untuk pemeriksaan sarana. Setelah dipastikan aman, kereta melanjutkan perjalanan pukul 08.03 WIB,” ujarnya.
 
Suami dan keluarga korban yang datang ke rumah sakit tak kuasa menahan tangis.

Mereka tidak pernah menyangka kepergian dua ibu rumah tangga ini begitu cepat dan tragis.

“Istri saya cuma mau belanja ke pasar, bawa sayur buat makan siang,” ucap suami Lina lirih, sembari memeluk anaknya yang terus menangis.

Perlintasan rel di Warukulon memang tidak dijaga, tanpa palang otomatis ataupun petugas.

(Tribunlampung.co.id/ Tribunnews.com)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved