Berita Terkini Nasional

Oknum Polisi Tenteng Pistol Sambil Aniaya Mantan Pacar di Depan Kosan

Sembari menenteng senjata api alias senpi, seorang oknum polisi di Palembang diduga melakukan penganiayaan terhadap mantan pacarnya.

Tayang:
KOMPAS.com/NURWAHIDAH
ANIAYA MANTAN PACAR: Foto ilustrasi polisi. Sembari menenteng senjata api alias senpi, seorang oknum polisi di Palembang diduga melakukan penganiayaan terhadap mantan pacarnya. Momen penganiayaan terhadap wanita oleh oknum polisi itu terjadi di Palembang. Diketahui, insiden keributan antara oknum polisi dan seorang wanita itu terjadi tepatnya di rumah kos Holau Kost yang terletak di Jalan Dwikora Palembang pada Selasa (15/4/2025). 

Tribunlampung.co.id, Palembang - Sembari menenteng senjata api alias senpi, seorang oknum polisi di Palembang diduga melakukan penganiayaan terhadap mantan pacarnya.

Momen penganiayaan terhadap wanita oleh oknum polisi itu terjadi di Palembang.

Diketahui, insiden keributan antara oknum polisi dan seorang wanita itu terjadi tepatnya di rumah kos Holau Kost yang terletak di Jalan Dwikora Palembang pada Selasa (15/4/2025).

Asna Dewi (56) pengelola Holau Kost menjadi saksi penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi yang diketahui bernama Bripka Rio Rolando Manurung alias RRM, anggota Polrestabes Palembang, terhadap seorang wanita bernama Wina.

Saat dijumpai di lokasi kejadian Asna menceritakan saat itu ia mendengar keributan dari salah satu blok kos. Kemudian ia mendatangi keributan tersebut.

"Kebetulan kemarin sejak pagi listrik di kosan kami sedang padam. Wanita itu ribut minta tolong setelah dipaksa masuk mobil, ramai penghuni kos berdatangan termasuk saya," ujar Asna, Kamis (17/4/2025).

Asna melanjutkan, korban meminta tolong karena dipukuli oleh oknum anggota polisi tersebut. Penghuni kos lainnya yang berdatangan sempat tidak berani mendekat karena pria tersebut adalah seorang anggota polisi dan terlihat memegang sebuah pistol.

"Lebih 10 orang yang mengitari mobil tersebut. Itulah semua takut, polisi itu bilang 'kagek ku tembak'. Terlihat nian aku pistol warna hitam digenggamnya kemudian di lemparnya ke kursi belakang," katanya.

Asna memberanikan diri untuk memisahkan wanita tersebut dan membantunya meski tahu kalau pria tersebut seorang anggota polisi serta memegang pistol.

"Karena ini memang tempat saya dan tanggung jawab saya. Saya tidak mau ada keributan di sini, mereka juga bukan penghuni kos saya. Tidak mungkin juga polisi itu mau sembarangan nembak orang," ungkapnya.

Setelah keributan itu terjadi, Asna kembali mendekati mobil tetapi oknum polisi tersebut meminta waktu dengannya untuk berdua dengan korban. Saat keduanya di dalam mobil, tidak terdengar lagi oknum polisi memukul korban.

"Dia bilang minta waktu lima menit, kemudian tutup pintu mobil. Tidak terdengar lagi wanita itu dipukul, hanya polisi itu sepertinya menghantam-hantam badannya sendiri ke mobil seolah menyesal," bebernya.

Setelah sekitar 5 menit kemudian, Asna kembali mengetuk pintu mobil dan meminta wanita tersebut dilepaskan atau keduanya pergi dari kos-kosannya. "Wanita itu mau diajak pergi tapi tidak mau, jadi turun dari mobil dan kembali ke kamar kos temannya. Sedangkan polisi itu langsung pergi, " tutupnya.

( Tribunlampung.co.id / TribunSumsel.com )

Baca juga: Suami Lisa Mariana Tegas Sebut CA Darah Dagingnya dan Bukan Anak Ridwan Kamil

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved