Berita Terkini Nasional

Pemimpin Katolik Paus Fransiskus Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari Paus Fransiskus. Pemimpin umat Katolik sekaligus kepala negara Vatikan itu meninggal dunia  pada Senin (21/4/2025).

Editor: taryono
INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA
MENINGGAL DUNIA - Paus Fransiskus bersama Imam besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA berjalan bersama, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (5/9/2024). Kabar duka datang dari Paus Fransiskus. Pemimpin umat Katolik sekaligus kepala negara Vatikan itu meninggal dunia  pada Senin (21/4/2025). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, VATIKAN - Kabar duka datang dari Paus Fransiskus. Pemimpin umat Katolik sekaligus kepala negara Vatikan itu meninggal dunia  pada Senin (21/4/2025).

Kabar duka itu disampaikan lewat pernyataan Vatikan dalam sebuah pernyataan video pada Senin (21/4/2025).

"Saudara-saudari terkasih, dengan kesedihan yang mendalam saya harus mengumumkan kematian Bapa Suci kita Fransiskus," kata Kardinal Kevin Farrell mengumumkan di saluran TV Vatikan.

“Pukul 7.35 pagi ini, Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa," lanjutnya, seperti diberitakan Reuters.

 Paus Fransiskus lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio.

Ia terpilih menjadi Paus pada tanggal 13 Maret 2013. Hal yang mengejutkan banyak pengamat Gereja yang menganggap tokoh Argentina itu, yang dikenal karena kepeduliannya terhadap kaum miskin, sebagai orang luar.

Paus Fransiskus berusaha menonjolkan kesederhanaan ke dalam peran agungnya dan tidak pernah menempati apartemen kepausan yang mewah di Istana Apostolik yang digunakan oleh para pendahulunya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa ia lebih suka tinggal di lingkungan masyarakat demi kesehatan psikologisnya.

Paus Fransiskus mewarisi Gereja yang diserang karena skandal pelecehan seksual anak dan terkoyak oleh pertikaian dalam birokrasi Vatikan, dan hingga ia terpilih dengan mandat yang jelas untuk memulihkan ketertiban.

Namun seiring dengan berjalannya masa kepausannya, Paus Fransiskus menghadapi kritik pedas dari kaum konservatif, yang menuduhnya merusak tradisi yang dijunjung tinggi.

Selain itu, ia juga menuai kemarahan kaum progresif, yang merasa ia seharusnya berbuat lebih banyak untuk membentuk kembali Gereja yang telah berusia 2.000 tahun, seperti diberitakan Al Jazeera.

Ketika ia berjuang menghadapi perbedaan pendapat internal, Paus Fransiskus menarik banyak perhatian orang dalam berbagai perjalanannya ke luar negeri karena ia tanpa lelah mempromosikan dialog dan perdamaian antaragama, dan berpihak pada mereka yang terpinggirkan, seperti para migran.

Pada 3-6 September 2024, Paus Fransiskus melakukan perjalanan apostolik ke Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved