Berita Terkini Nasional

4 Oknum TNI di Flores Timur Diduga Aniaya Warga Pakai Kabel hingga Lebam

Empat oknum TNI yang bertugas di Koramil 1624/06 Boru diduga aniaya Damianus Gatong Werang (32), warga Sukutukang.

|
Editor: taryono
TRIBUNFORES.COM/HO-DAMIANUS
KORBAN ANIAYA-Damianus Werang, korban penganiayaan empat anggota TNI di Kabupaten Flores Timur, NTT, Kamis, 1 Mei 2025. 4 Oknum TNI di Flores Timur Diduga Aniaya Warga Pakai Kabel hingga Lebam. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, NTT - Empat oknum TNI yang bertugas di Koramil 1624/06 Boru diduga aniaya Damianus Gatong Werang (32), warga Sukutukang, Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT, Kamis (1/5/2025).

Akibat penganiayan menggunakan kabel tersebut, korban mengalami luka lebam di punggungnya.

Kejadian tersebut bermula Damianus membonceng istri dan anaknya pergi berobat ke Puskesmas Boru. Damianus mengendarai sepeda motornya melewati jalanan berdebu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki. 

Dalam perjalanan, mereka berpapasan dengan M, anggota TNI yang memuat rumput untuk pakan ternak dengan sepeda motor. Makanan ternak itu menyapu jalanan yang penuh debu Gunung Lewotobi Laki-laki sehabis erupsi.

Damianus menegur M agar menurunkan kecepatan sehingga tidak menyulitkan pandangan sesama pengguna jalan. M rupanya tak terima ditegur turun dari sepeda motor lantas menghampirinya. Korban mengaku diintimidasi.

"Dia (M) berhenti lalu datang ke saya. Tanya alasan saya kenapa tegur dia. Tidak pak, saya tadi bilang bawa motor pelan-pelan karena abu buat kami setengah mati," kata Damianus.

"Beliau tidak terima. Dia omong saya bilang tinggal di rumah saja kalau tidak mau kena debu. Saya bilang ke dia kalau saya antar istri dan anak ke puskesmas," sambungnya.

Damianus sempat mengeluarkan ponselnya untuk merekam video. Dia mengaku takut jika M melakukan kekerasan fisik. Video itu sebagai bukti apa bila terjadi hal-hal tak terduga.

M meminta Damianus menghapus video yang sempat terekam. Keduanya pun beradu mulut cukup alot, sebelum dilerai pengguna jalan lainnya.

"Video saya sudah hapus, saya lalu antar istri dan anak ke puskesmas," ungkapnya.

Damianus mengira masalah sepeleh itu sudah selesai. Padahal, pagi tadi rumahnya didatangi dua oknum TNI. Dia diminta datang ke Koramil Boru untuk mediasi.

Bukannya mediasi yang ia dapat, Damianus malah dianiaya empat anggota TNI. Ironisnya, kekerasan itu disaksikan istrinya dari halaman luar Koramil 1624 Boru.

"Pak M juga ikut pukul saya. Ada empat orang yang aniaya saya di koramil,"cerita Damianus.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1624 Flores Timur, Letkol Inf M. Nasir Simanjuntak, belum memberikan respons saat dikonfirmasi lewat pesan whatsapp.

Sementara itu, M, oknum TNI yang berseteru dengan korban, mengaku kesal dengan cara tegur Damianus yang dinilai menyinggung.

"Dia teriak denga kata "woe" itu. Kita kalau lewat di jalan, kena debu atau apapun itu kan resikonya kita sama-sama pengguna jalan," ujar M.

M menilai korban seperti menantangnya yang saat itu baru pulang mengambil rumput untuk makan ternak sapi. 

Artikel ini telah tayang di Tribunflores.com 


 
 


 
     
 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved