Berita Viral

Terkuak Dugaan Selingkuh Kades dan Sekdes di Lamongan, Ngamar saat Ramadan

Terkuak dugaan perselingkuhan antara Kepala Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dengan sekdes.

Tayang:
Editor: Kiki Novilia
Kolase Istimewa TribunnewsBogor
KADES DIDUGA SELINGKUH - Oknum kepala desa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur viral di media sosial dan jadi perbincangan publik. Foto kades tersebut beredar diduga berduaan dengan sekdes di kamar hotel. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JATIM - Terkuak dugaan perselingkuhan antara Kepala Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, berinisial IF dengan sekretaris desanya, INH. 

Dugaan perselingkuhan antara IF dan INH terjadi saat bulan Ramadan kemarin.

Kala itu, IF berpamitan pergi ke Malang dan menginap selama empat hari.

Tapi, IF diduga pergi ke Malang bersama INH.

Sementara itu, KDRT yang dialami NK terjadi saat ponsel IF dipegang dan hendak dibuka anaknya.

Diduga tak ingin perselingkuhannya dengan INH terbongkar, IF pun buru-buru merebut ponselnya dan terlibat cek-cok dengan NK.

IF juga disebutkan melakukan kekerasan terhadap NK di hadapan anak-anaknya.

Buntut dugaan selingkuh keduanya di sebuah kamar hotel, istri sah IF inisial NK melapor ke polisi, Selasa (13/5/2025).

Tak hanya soal dugaan perselingkuhan, IF juga dilaporkan atas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Iya (dilaporkan) di Unit PPA Satreskrim Polres Lamongan," kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Hamzaid, saat dikonfirmasi, Kamis (15/5/2025), dilansur Kompas.com.

Buntut laporan NK, IF dipanggil Polres Lamongan untuk dimintai klarifikasi.

"Baru undangan klarifikasi untuk (meminta keterangan dari) saksi-saksi," ungkap Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Rizky Akbar Kurniadi, secara terpisah, Kamis.

Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan pihaknya akan bertemu tokoh masyarakat dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk membahas dugaan perselingkuhan antara IF dan INH.

Apabila IF dan INH terbukti berselingkuh, maka keduanya akan dijatuhi sanksi.

Meski demikian, Yuhronur meminta publik untuk menunggu hasil pertemuannya dengan tokoh masyarakat dan BPD.

"Para tokoh masyarakat dan pengurus BPD akan bertemu dengan saya untuk melaporkan hal itu," ujarnya, Rabu, dikutip dari SuryaMalang.com.

"Saya minta semuanya untuk menunggu dulu," pungkas dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / TRIBUNNEWS.COM )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved