Berita Terkini Nasional

Pesilat di Boyolali Tewas Setelah Ditendang Dua Pelaku

Pesilat, MPS (17) diduga tewas karena dianiaya oleh remaja inisial DW (18) dan SW (16).

|
Editor: taryono
TribunSolo.com/Tri Widodo
MAU DIAUTOPSI - Anggota polisi membawa jenazah seorang pemuda dari rumah duka di Dukuh Klimasan, Desa Sendang, Kecamatan Karanggede, Boyolali ke RS Moewardi Solo untuk dilakukan autopsi, Kamis (22/5/2025). Pemuda bernama Muhamad Prana Saputra (17) ini diautopsi lantaran meninggal dunia saat latihan silat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JATENG - Pesilat remaja inisial MPS (17) diduga tewas karena dianiaya oleh remaja inisial DW (18) dan SW (16).

Saat ini, keduanya telah ditangkap oleh  Satreskrim Polres Boyolali, Jawa Tengah.

Kapolres Boyolali, AKBP Rosyid Hartanto, menyampaikan bahwa korban meninggal setelah mendapatkan dua kali tendangan oleh pelaku saat mengikuti latihan silat di halaman rumah warga di Karanggede, Kamis (22/5/2025).

 Korban sempat mendapat tendangan dari pelaku pertama, DW. Kemudian, korban diminta berdiri kembali.

Pada saat berdiri, justru korban mendapat tendangan kedua oleh SW yang menyebabkan korban pingsan dan mengalami sesak napas.

"Korban mengalami kekerasan fisik berupa tendangan dari dua pelaku," kata Rosyid dalam keterangannya di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (23/5/2025).

Korban meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Korban masih berstatus sebagai pelajar. 

Korban sudah dilakukan otopsi di RSUD Dr. Moewardi Solo. 

Adapun kedua pelaku dijerat Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP atau Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved