Berita Terkini Nasional

Anaknya Ditangkap Densus 88 karena Diduga Teroris, Sang Ibu Kaget: Dia Ngajar Ngaji

Diduga terlibat jaringan teroris, seorang remaja berusia 18 tahun diamankan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri.

SURYA/PURWANTO
AMANKAN REMAJA: Foto ilustrasi, Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggeledahan rumah seorang terduga teroris di Perumahan Bunga Tanjung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (1/8/2024). Diduga terlibat jaringan teroris, seorang remaja berusia 18 tahun diamankan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri. Adapun penangkapan terhadap remaja yang diketahui berinisial MAS itu terjadi di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/5/2025) sekira pukul 17.20 WITA.  

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Diduga terlibat jaringan teroris, seorang remaja berusia 18 tahun diamankan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri.

Adapun penangkapan terhadap remaja yang diketahui berinisial MAS itu terjadi di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/5/2025) sekira pukul 17.20 WITA. 

MAS diduga terlibat dalam jaringan teroris berbasis online dan berafiliasi dengan kelompok teroris ISIS.

Ibu MAS, Siti Khadijah mengaku kaget setelah mendengar anaknya diamankan polisi. 

"Anakku yang diamankan umur 18 tahun, diamankan diduga teroris," katanya di lokasi kejadian, Minggu (25/5/2025).

MAS merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Sang ibu menyebut anaknya masih duduk di bangku kelas 3 SMA. 

Tak hanya itu, dia juga mengajar di salah satu pondok tahfidz di Kecamatan Pallangga.

"Tamat SD saya masukkan di Pondok Pesantren Assunnah Parapah. Setelah itu pindah ke rumah hafiz gratis," ujar Siti.

Siti menyebut anaknya sudah sejak kecil menghafal Alquran. MAS juga diketahui menjadi pengajar.

"Dia ajari mengaji anak-anak pondok," kata Siti.

Berdasarkan hasil penyelidikan Densus 88, MAS diketahui mengelola dan aktif mengirimkan berbagai postingan berupa gambar, video, rekaman suara, dan tulisan di sebuah grup WhatsApp.

Grup tersebut diketahui bernama 'Daulah Islamiah' dan telah dibuat sejak Desember 2024.

Saat ditangkap, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Blade dan satu unit ponsel merek Oppo A3X yang diduga digunakan untuk aktivitas komunikasi serta penyebaran konten terorisme.

Saat ini, MAS telah diamankan dan tengah menjalani proses interogasi lebih lanjut guna pengembangan penyidikan.

Baca juga: Detik-detik Densus 88 Amankan Terduga Teroris, Warga Kaget Rumah Banyak Polisi

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / TRIBUN-TIMUR.COM / TRIBUNNEWS.COM )

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved