Berita Terkini Nasional

Retret Kepala Daerah Gelombang 2 Akan Digelar di IPDN Jatinangor pada Juni 2025

Kepala daerah tidak mengikuti retret gelombang pertama di Magelang, akan mengikuti retret kepala daerah gelombang kedua.

Editor: taryono
YouTube Kompas TV
ACARA RETRET - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto saat diwawancarai awak media di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jumat(21/2/2025). Retret Kepala Daerah Gelombang 2 Akan Digelar di IPDN Jatinangor pada Juni 2025. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Kepala daerah tidak mengikuti retret gelombang pertama di Magelang, akan mengikuti retret kepala daerah gelombang kedua  pada bulan Juni 2025 di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor. 

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto.

"Insyaallah retret gelombang kedua ini akan diikuti kepala daerah yang kemarin tidak mengikuti retret di Magelang maupun yang sudah melewati pemungutan suara ulang dan telah dilantik Kemendagri," kata Bima Arya di Padang, Kamis (29/5/2025), dikutip dari Antara.

Bima menyebutkan, ada sekitar 50 kepala daerah terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang bakal mengikuti retret gelombang kedua. 

Eks wali kota Bogor ini juga memastikan bahwa retret tersebut akan diikuti oleh bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil walikota yang sudah dilantik Kemendagri. 

Sebelumnya, Bima Arya menyebutkan bahwa, konsep retret sudah selesai dibahas dan menunggu persetujuan pimpinan, dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Dalam Negeri. 

"Tinggal kita finalisasi terkait dengan hal-hal yang sifatnya lebih teknis, sebetulnya jadwalnya kapan, yang mana yang kira-kira sesuai dengan jadwal kepala daerah," ucap dia.

Adapun retret gelombang pertama telah digelar di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada Februari 2025 lalu. 

Selama mengikuti retret, para kepala daerah mendapatkan materi pembekalan seputar tugas pokok kepala daerah, geopolitik, hingga visi-misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang disebut Asta Cita.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved