Berita Viral

Ancaman Dedi Mulyadi pada Kades yang Tepergok Nyawer di Kelab Malam

Ancaman Gubernur Dedi Mulyadi pada kepala desa di wilayah pemerintahannya ketahuan nyawer di kelab malam.

Editor: Kiki Novilia
Kompas.com/Muhamad Syahri Romdhon dan YouTube.com/Kang Dedi Mulyadi Channel
ANCAMAN DEDI MULYADI - Dedi Mulyadi bereaksi usai kades di Cirebon, Jawa Barat, kepergok saweran di klub malam. Gubernur Jabar pun mengancam akan menunda turunnya dana desa di wilayah tersebut. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jabar - Ancaman Gubernur Dedi Mulyadi pada kepala desa di wilayah pemerintahannya ketahuan nyawer di kelab malam.

Orang nomor satu di Jabar itu mengancam bakal menunda penyerahan dana desa. 

Dedi Mulyadi bahkan meminta pemeriksaan perihal sumber uang saweran yang digunakan Casmari, kades di Cirebon, Jawa Barat.

Seperti diketahui, video saweran yang dilakukan Casmari viral di media sosial.

Dedi menyayangkan tindakan Casmari yang dinilainya tidak mencerminkan etika sebagai pejabat publik.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah meminta Kepala Inspektorat dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Cirebon untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh.

"Ada kuwu (kepala desa) di Cirebon nyawernya diskotek. Katanya kalau diskotek di sisi kota saetik mungkin ya menimbulkan kehebohan, dan menurut saya sih memang sebaiknya tidak dilakukan," ujar Dedi dalam video yang diunggah di media sosial dan dikonfirmasi ulang Kompas.com, Minggu (15/6/2025).

Dedi juga menyoroti sumber anggaran yang dipakai kepala desa tersebut untuk sawer klub malam Cirebon.

"Yang pertama, dari sisi etik dan yang kedua dari sisi penggunaan uangnya. Uang yang dipakai nyawernya uang apa coba," tegasnya.

Ia bahkan mengultimatum bahwa jika tidak ada tindak lanjut dari Inspektorat dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, maka bantuan keuangan gubernur untuk desa-desa di Cirebon akan ditunda.

"Kalau Inspektorat dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa tidak melakukan itu (pemeriksaan), maka kami akan menunda bantuan keuangan gubernur untuk desa di Cirebon," ancam Dedi.

Sebelumnya, video Casmari yang mengenakan kaus oranye tengah menyawer sejumlah uang di atas panggung diskotek beredar luas di media sosial.

Dalam video itu tampak suasana diskotek lengkap dengan sorotan lampu dan dentuman musik, sementara sejumlah pengunjung bersorak dari bawah panggung.

Menanggapi viralnya video tersebut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon langsung memanggil Casmari untuk pemeriksaan.

Dani Irawadi, Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa DPMD, menyatakan bahwa pemeriksaan berlangsung pada Kamis (13/6/2025) untuk menggali motif dan sumber dana yang digunakan.

"Dani menyebut, Casmari memastikan bahwa uang pecahan Rp50.000 yang digunakan untuk sawer bukanlah uang dana desa, APBN, atau APBD lainnya," ujarnya saat ditemui Kompas.com, Kamis (12/6/2025) petang.

"Dia sudah hadir, sudah memberikan keterangan, bahwa uang yang digunakan adalah uang pribadi, bukan uang dana desa," tambah Dani.

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / TRIBUNNEWS.COM )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved