Berita Terkini Nasional

Bantahan Istri Brigadir Nurhadi, Dituding Terima Rp 400 Juta dari Kompol Yogi

Istri almarhum Brigadir Muhammad Nurhadi, Elma Agustina, membantah tudingan yang menyebutkan ia menerima uang Rp 400 juta dari Kompol I Made Yogi.

Tayang:
Kolase TribunJambi.com/IST
ISTRI NURHADI DIFITNAH: Foto kolase, (kiri) almarhum Brigradir Nurhadi, dan (kanan) istri almarhum Brigadir Muhammad Nurhadi, Elma Agustina (28). Elma membantah tudingan yang menyebutkan ia menerima uang Rp 400 juta dari Kompol I Made Yogi Purusa. Elma menegaskan, tudingan itu adalah fitnah keji yang dilontarkan terhadapnya di tengah duka mendalam yang dialaminya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lombok - Istri almarhum Brigadir Muhammad Nurhadi, Elma Agustina, membantah tudingan yang menyebutkan ia menerima uang Rp 400 juta dari Kompol I Made Yogi Purusa.

Elma menegaskan, tudingan itu adalah fitnah keji yang dilontarkan terhadapnya di tengah duka mendalam yang dialaminya.

Baca juga: Pegawai Bank Digerebek Suami Sah Selingkuh dengan Oknum Polisi di Vila

Diketahui, polisi menetapkan 3 tersangka atas kasus kematian Brigadir Nurhadi. Selain Misri, dua tersangka lainnya yakni atasan langsung Brigadir Nurhadi, Kompol I Made Yogi Purusa, Ipda Haris Chandra.

Anggota Paminal Propam Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, ditemukan tewas dalam kolam di Villa Tekek, Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, pada Rabu (16/4/2025).

Nurhadi, yang dikenal sebagai sosok sederhana, baik hati, dan rajin beribadah, meninggalkan Elma dan dua putra kecil mereka (5 tahun dan 4 bulan) di tengah kesedihan mendalam. 

Lebih memilukan lagi, Elma kini harus menghadapi fitnah keji yang menyebut dirinya menerima uang Rp 400 juta dari tersangka Kompol Yogi agar tak memperkarakan kematian sang suami.

"Itu semua fitnah. Saya tidak akan menukar nyawa suami saya dengan uang. Tidak pernah ada uang Rp 400 juta itu, demi Allah."

"Seperti apa yang Rp 400 juta saja tidak pernah saya lihat," tegas Elma dengan berlinang air mata di kediamannya di Desa Sembung Narmada, Lombok Barat, Jumat (11/7/2025).

Elma juga mengenang momen video call terakhir dengan suaminya pada Rabu, 16 April 2025, pukul 16.00 Wita.

Saat itu, Nurhadi baru tiba di Gili Trawangan dan tampak sehat walafiat.

"Begitu dia sampai di Gili Trawangan, di dalam kamar dia video call. Dia tanyakan anak-anak, tidak ada masalah apa-apa, sama sekali tidak ada," ungkap Elma. 

Namun, kejanggalan mulai muncul sekitar pukul 17.00 Wita. Putra sulung mereka yang berusia 5 tahun mencoba menghubungi Nurhadi kembali, tetapi panggilannya tak diangkat.

"Anak saya menelepon sekitar tiga kali, aktif tapi tidak diangkat-angkat. Akhirnya datang kabar buruk itu pada Kamis, 17 Mei 2025, pukul 02.00 Wita," tambah Elma, menandai awal dari misteri kematian sang suami.

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / TRIBUNJAMBI.COM )

Baca juga: Pelaku Utama di Balik Kematian Brigadir Nurhadi sudah Dikantongi Penyidik

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved