Aktor Intelektual Pembunuh Bos Bank BUMN Diringkus, Eks Pegawai Bongkar Tabiat

Aktor intelektual pembunuh Kepala Cabang alias bos Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta, akhirnya berhasil diringkus kepolisian.

Kolase TribunnewsBogor.com/YouTube/Instagram
PEMBUNUHAN BOS BANK - Tampang otak pembunuh bos bank BUMN (kiri) dan M Ilham Pradipta semasa hidup (kanan). Aktor intelektual pembunuh Kepala Cabang alias bos Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta, akhirnya berhasil diringkus kepolisian. Tak satu, ada 4 orang yang disebut sebagai otak dari penculikan dan pembunuhan bos bank BUMN tersebut. Keempatnya yakni C, DH, YJ, dan AA. Mereka diringkus jajaran tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polda Kota Semarang, dan Polda Demak. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Aktor intelektual pembunuh Kepala Cabang alias bos Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta, akhirnya berhasil diringkus kepolisian.

Tak satu, ada 4 orang yang disebut sebagai otak dari penculikan dan pembunuhan bos bank BUMN tersebut. Keempatnya yakni C, DH, YJ, dan AA. Mereka diringkus jajaran tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polda Kota Semarang, dan Polda Demak.

Tiga orang ditangkap di waktu dan tempat yang sama. Sementara seorang lagi ditangkap sehari setelahnya di tempat berbeda.

Mohamad Ilham Pradipta, bos bank BUMN diculik oleh gerombolan orang di parkiran supermarket kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Rabu (20/8/2025).

Tak sampai 24 jam diculik, kabar miris datang dari Ilham. Pria 38 tahun itu ditemukan tewas di area sawah kawasan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (21/8/2025). Jasad Ilham ditemukan oleh warga sekira pukul 05.30 WIB.

Desa Nagasari adalah desa di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kecamatan Serang Baru sendiri merupakan bagian dari Kabupaten Bekasi, dan Desa Nagasari menjadi satu dari delapan desa yang ada di kecamatan tersebut.

Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunnewsBogor.com, DH, YJ, dan AA ditangkap pada 23 Agustus 2025, pukul 20.15 WIB, di wilayah Solo, Jawa Tengah.

Sementara C ditangkap pada 24 Agustus 2025, di wilayah Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Detik-detik penangkapan otak penculikan dan pembunuhan terhadap Ilham Pradipta pun disorot netizen. Beberapa netizen menyoroti tampang para otak pembunuhan. Saat ditangkap oleh penyidik, DH, YJ, dan AA tidak melawan.

Keempatnya terlihat memakai kaos abu-abu garis-garis, kemudian ada yang pakai kemeja hitam dan kacamata.

Lalu seorang lagi memakai kemeja motif bunga-bunga kecil. Saat diamankan, pria berkemeja hitam terlihat mengendarai mobil. Sementara pria berbaju garis-garis duduk di kursi penumpang depan. Lalu pria berkemeja motif duduk di kursi belakang.

Ketiganya pun langsung diinterogasi oleh penyidik saat masih di dalam mobil. Tersangka yang mengenakan kaos garis-garis itu ternyata memiliki ponsel lebih dari 20.

Tidak diketahui apa pekerjaannya, namun ternyata ada eks karyawannya yang buka suara.

Menurut akun TikTok obat nyamuk, pria berkaos garis-garis itu berinisial DH.

Pria itu disebut-sebut pernah mengisi sebuah seminar.

Akun itu menduga kalau motif penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta karena kredit fiktif.

"Kredit fiktif si dugaannya," tulis dia.

Ia pun mengungkap sosok DH saat ia masih bekerja dengannya.

Menurutnya, DH merupakan orang yang baik dan sering memberikan beasiswa.

Sebagai mantan karyawannya, ia mengaku kaget dengan berita tersebut.

"Engga kak,orangnya baik banget soalnya, suka kasih beasiswa juga,makannya lumayan kaget denger beritanya," tulis dia lagi.

Seorang tersangka mengaku sempat kebingungan seusai mengeksekusi Ilham Pradipta.

"Korban kamu bawa ke mana?" tanya penyidik.

"Ke Bekasi, Pak," jawab seorang tersangka.

Kemudian penyidik menanyakan lagi di mana para tersangka membuang jasad korban.

"Kau lepas ke mana?" tanya penyidik lagi.

"Karena saya bingung, saya lepas ke tempat terakhir, Pak," jawab tersangka lagi.

Kepada penyidik, tersangka juga mengaku membuang jasad korban dalam kondisi terikat.

"Terikat, Pak. Tangan, kaki, Pak. Mata tertutup," ujarnya.

Mohamad Ilham Pradipta merupakan Kepala Cabang Bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Ia tinggal di Jalan Rimba, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Ilham diculik sejumlah orang menggunakan mobil putih di parkiran supermarket kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025).

Jasadnya kemudian ditemukan di Desa Nagasari, Serang Baru, Bekasi, pada pukul 05.30 WIB pada Kamis (21/8/2025).

Kondisi Ilham saat ditemukan yakni tangan dan kakinya terikat.

Ilham juga masih mengenakan pakaian yang sama seperti saat ia diculik.

Sosok Seorang Pelaku

Otak pelaku ternyata sempat melayangkan tantangan sebelum terjadi pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta. Ia memberi tantangan tersebut seminggu sebelum penculikan Ilham.

Ilham diculik AT, RS, RAH dan RW di area parkir supermarket kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8/2025).

Ia ditemukan tak bernyawa keesokan harinya di persawahan kawasan Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/8/2025).

Pada hari yang sama, polisi langsung menangkap para penculik ini di rumah Jalan Johar Baru III, Jakarta Pusat dan Bandara Komodo, Labuan Baju, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim polisi juga sudah menangkap otak pelaku.

"Benar (aktor intelektual)," kata Abdul.

DH, YJ dan AA ditangkap di Solo, Jawa Tengah pada Sabtu (23/8/2025).

Kemudian C ditangkap di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara pada Minggu (24/8/2025).

Meski sudah menangkap 8 orang, namun polisi belum mengungkap motif pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta.

Hanya saja satu minggu sebelum pembunuhan Ilham, salah satu otak pelaku, DH sempat menuliskan tantangan.

DH alias Dwi Hartono merupakan seorang pengusaha.

Ia merupakan Owner dari Guruku.com.

Dia juga mengaku seorang pengusaha di bidang property, perkebunan, trading, pendidikan, E-Commerce, fashion dan skin care.

Dilihat dari Instagramnya, DH sering memposting gaya hidup mewah dengan berlibur ke luar negeri bersama istrinya.

Ia juga pernah mengunggah tumpukan uang.

Dalam video ketika DH sedang bermain biliard, ia melayangkan tantangan.

"Ada yang berani lawan kah?" tulisnya.

Di video juga tampak seorang pelaku berkacamata yang ditangkap polisi.

Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala berpendapat ada dua kemungkinan motif.

Pertama kata Adrianus, mungkin karena pelaku merasa dendam pada korban.

"Saya membaca beberapa analisis yang mengatakan bahwa pelaku sudah dendam kepada korban karena korban hendak membocorkan rahasia. Sehingga namanya udah dendam niatnya satu yakni untuk membunuh korban," katanya.

Atau kemungkinan kedua, para pelaku tak sengaja membunuh Kacab Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta.

"Ada juga kemungkinan sebetulnya para pelaku yang salah satunya adalah aktor intelektual, sebetulnya berada dalam posisi untuk mempersuasi korban, mengajak korban untuk tidak membuka mulut, namun entah kenapa kemudian korban menolak atau tidak terjadi apa yang diharapkan pelaku, pelaku marah kebabalsan dan kemudian mengakibatkan korban meninggal," kata Adrianus.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri Brigjen dr Prima Heru menerangkan bahwa Ilham meninggal akibat hantaman benda tumpul pada bagian leher dan dada.

Hantaman tersebut berakibat tekanan pada organ vital, sesak napas hingga korban mengalami sesak napas.

"Ditemukan tanda kekerasan pada bagian luar dan dalam tubuh korban. Luka-lukanya bagian dada dan leher, akibat benda tumpul, betul itu penyebab kematian korban," katanya.

Sempat Disebut Berada di Surabaya

Sementara Ketua RT 05 Johar Baru, Sella bercerita bahwa empat pelaku tinggal dalam satu rumah.

Ia mengenal salah satu penghuninya bernama Berto dan seorang perempuan istri dari salah satu pelaku.

Menurutnya mereka mulai tinggal di rumah itu pada 20 Juni 2025.

Saat lapor untuk izin tinggal, pelaku mengaku menempati rumah tersebut atas perintah seseorang.

"Laporannya, 'bu saya menempati rumah ini disuruh sama bos saya. Bos saya lagi di Surabaya. Dia rumahnya banyak. Nah di sini saya yang menempati'," kata Sella menirukan ucapan Berto.

Namun begitu Ketua RW 09, Rizal mengatakan bahwa penghuni tersebut bukan mengatakan bos yang memerintahkannya.

Ia hanya mengatakan bahwa tinggal di rumah itu atas perintah teman.

"Kalau izin ke saya itu temannya, bukan si bos. Ada teman juga, ada di Surabaya," katanya.

Kemudian mereka ditangkap polisi pada Kamis (21/8/2025).

Sella dan Rizal baru mengetahui bahwa ada seorang perempuan berinisial M dan bayi usia dua bulan di rumah tersebut.

M merupakan istri dari salah satu penculik yang bernama Andre.

"Sebelumnya kosong hampir setahun. Dulunya warga saya di situ tinggal. Dia KTP dan KK warga saya. Asli Jakarta. Cuma tiba-tiba, ‘Bu, saya pamit, mau pindah. Pas (spanduk sengketa) dicabut, dia (Berto) masuk," katanya.

Curhat Istri Pencullik

Menurut Sella, para penculik Ilham ini berprofesi sebagai debt collector atau penagih utang.

"Katanya debt collector," kata Sella.

Ia bercerita bahwa istri salah satu penculik sempat curhat padanya.

Pada bu RT, istri penculik mengaku panik saat suaminya ditangkap polisi.

"Katanya, 'Iya saya masih panik bu. Saya gak tahu harus bilang apa'," kata Sella menirukan curhatan penculik Kepala Cabang Bank BUMN.

Istri penculik mengaku bahwa semua barangnya disita polisi.

"'Handphone saya diambil semua sama polisi, disita'," kata Sella dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas.com.

Bukan hanya handphone, sang istri mengaku polisi juga menyita uang pemberian suami.

"'Terus juga uang saya Rp 8 juta dapat dikasih dari suami saya diambil juga'," katanya.

Sella mengatakan saat mendampingi polisi menangkap pelaku, mereka sempat menanyakan uang Rp 8 juta.

"Terakhir saja dapat uang itu. Pagi-pagi pulang itu kejadian. Dapat uang Rp 8 juta, katanya gitu," kata Sella.

"'Mana uangnya yang Rp 8 juta ?', katanya gitu kata polisi pas gerebek," tambah Sella.

Kepala Cabang BUMN di Cempaka Putih ditemukan tewas di persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi pada Kamis (21/8/2025).

Ia ditemukan setelah sebelumnya diculik menggunakan mobil putih di area parkiran supermarket kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Jasadnya kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Berita selanjutnya Sosok yang Temukan Jasad Brigadir Esco Pertama Kali, Hilang Sejak 19 Agustus

Sumber: Tribun Bogor
Tags
pembunuh
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved